Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini menuntut masyarakat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan. Tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap terjaga dan tidak mudah terserang penyakit.
Cuaca panas yang tiba-tiba berganti hujan atau sebaliknya membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Kondisi ini berpotensi menurunkan daya tahan tubuh apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.
Dokter Ony Erawaty yang juga Kepala Puskesmas Tanta menjelaskan bahwa masyarakat perlu menerapkan GERMAS CERDIK untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca yang tidak menentu. Langkah tersebut meliputi melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menghindari asap rokok, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.
Menurut dr. Ony, saat daya tahan tubuh menurun, penyakit akibat infeksi virus menjadi yang paling sering muncul. Mulai dari flu, batuk pilek, ISPA, hingga demam berdarah yang rawan terjadi saat perubahan cuaca.
“Penyakit virus yang sering kita alami adalah flu, batuk pilek, dan ISPA. Kemudian demam berdarah yang sebenarnya juga disebabkan oleh virus. Jadi banyak sekali kondisi yang di masyarakat disebut panas dingin atau meriang, padahal itu merupakan gejala flu seperti hidung meler dan batuk. Pada akhirnya, penyakit-penyakit tersebut muncul karena daya tahan tubuh kita tidak cukup kuat dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan,” ujar dr. Ony Erawaty, Kepala Puskesmas Tanta.
Dokter Ony juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan gejala awal penyakit dan tetap menjaga pola makan serta aktivitas fisik secara teratur. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh, masyarakat diharapkan tetap sehat dan produktif meski harus menghadapi cuaca yang sulit diprediksi.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
