Home Dari Desa Panen Perdana, BUMDes Bahungin Sukses Kembangkan Jamur Tiram dengan Manfaatkan Limbah Organik

Panen Perdana, BUMDes Bahungin Sukses Kembangkan Jamur Tiram dengan Manfaatkan Limbah Organik

by iin hendriyani

Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Bahungin, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, berhasil mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus menambah pendapatan desa. Inovasi tersebut memanfaatkan limbah serbuk gergaji kayu dan jerami pascapanen sebagai media tanam, sehingga mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Panen perdana jamur tiram BUMDes Bahungin berlangsung pada 25 Mei 2026 dan dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Forkopimcam, serta jajaran Pemerintah Desa Bahungin. Jamur dengan ciri berwarna putih dan krem serta memiliki tudung berbentuk cangkang ini menjadi bukti keberhasilan BUMDes dalam mengelola potensi desa.

Budidaya jamur tiram ini mendapat suntikan modal dari Dana Desa Tahun 2025 sekitar Rp150 juta yang dikelola BUMDes Berkah Bersama di bawah pimpinan Direktur Dardiansyah. Produksi perdana mencapai 20 kilogram dari sekitar 5.000 media tanam. Jamur dijual seharga Rp40 ribu per kilogram khusus untuk masyarakat sekitar. Ke depan, target media tanam akan ditingkatkan hingga 10 ribu unit guna memenuhi tingginya permintaan pasar.

“Adapun yang cukup unik dari usaha BUMDes kami ini, 70 persen menggunakan bahan limbah seperti serbuk kayu dan jerami padi bekas pascapanen. Nah, dari bahan-bahan tersebut kita manfaatkan sebagai media tanam jamur tiram ini,” ujar Dardiansyah, Direktur BUMDes Berkah Bersama.

Dalam kesempatan itu, Camat Kelua, Rudy Noor Erwan, menyampaikan apresiasi atas capaian BUMDes Bahungin dan berharap keberhasilan ini dapat menjadi percontohan bagi desa maupun kecamatan lain di Kabupaten Tabalong.

“Seperti yang disampaikan direktur tadi, ternyata potensi jamur tiram ini luar biasa. Modalnya juga tidak terlalu besar, proses pembuatannya tidak susah, bahkan hanya menggunakan limbah, tetapi kualitasnya bagus dan bermanfaat bagi penikmat jamur. Jadi jamur ini tidak hanya diolah menjadi tumisan atau jamur krispi. Kami berharap pihak BUMDes dapat memikirkan lagi manfaat lain dari jamur tiram ini,” ujar Rudy Noor Erwan, Camat Kelua.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Tazerianoor, turut meminta seluruh stakeholder terkait untuk memberikan pembinaan dan bimbingan agar budidaya jamur tiram dapat berkelanjutan. Tazerianoor juga menekankan pentingnya transparansi pengurus BUMDes dalam pengelolaan dana serta mendorong desa-desa lain untuk turut berinovasi, mengingat permintaan jamur tiram yang terus meningkat baik di tingkat lokal maupun luar Tabalong.

“Kami mengapresiasi Desa Bahungin dan terutama BUMDes Bahungin atas inovasi ini. Kami bangga sekali dengan inovasi ini dan mudah-mudahan berkelanjutan. Output dan outcome-nya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya Desa Bahungin dan tentunya masyarakat Tabalong. Kami juga berharap desa lain bisa menciptakan inovasi, baik melalui usaha jamur tiram maupun usaha lainnya, terutama untuk BUMDes. Karena untuk jamur tiram ini, seperti yang dijelaskan Direktur BUMDes Bahungin, permintaannya sangat banyak, baik dari Tabalong maupun luar Tabalong,” ujar Tazerianoor, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Keberhasilan BUMDes Bahungin mengembangkan budidaya jamur tiram ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan ketahanan pangan desa serta mendorong kesejahteraan masyarakat Tabalong secara luas.

Muhamad Khairillh, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment