Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Tabalong tahun 2026 pada Senin, 25 Mei 2026 di Stadion Sarabakawa, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan minat dan bakat siswa sekolah dasar di bidang olahraga sekaligus membentuk karakter dan sportivitas peserta didik.
Sebanyak 169 atlet pelajar sekolah dasar berpartisipasi dalam O2SN tingkat Kabupaten Tabalong tahun 2026. Para atlet pelajar ini akan bertanding dalam lima cabang olahraga, yaitu atletik, renang, senam, bulu tangkis, dan pencak silat. Seluruh peserta merupakan hasil seleksi dari tingkat sekolah hingga kecamatan.
Sebelum masuk ke tingkat kabupaten, rangkaian seleksi telah dilaksanakan di masing-masing sekolah dan kecamatan. Para peserta terpilih yang menjadi juara di tingkat kabupaten nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti O2SN tingkat provinsi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, menuturkan O2SN juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga sejak dini. Menurut Judid, pembinaan olahraga tidak hanya berfokus pada prestasi, namun juga pada pembentukan karakter anak.
“Jadi ini merupakan upaya-upaya kita dalam hal pembinaan minat dan bakat siswa SD dalam bidang olahraga. Namun, ini tidak hanya terkait minat bakat olahraga, namun tujuan utamanya adalah membentuk karakter-karakter anak agar siap dalam hal mental untuk berkompetisi dan untuk saling bisa merangkul dengan sesamanya,” kata Gusti Judid Ihsan Permana, Kepala Disdikbud Tabalong.
Judid berharap, melalui kegiatan O2SN ini, Kabupaten Tabalong dapat mengirimkan lebih banyak perwakilan hingga ke tingkat nasional. Hal ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi di Tabalong memiliki potensi dan kemampuan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Judid pun berpesan agar seluruh siswa terus mempersiapkan diri dengan baik, mengikuti arahan guru pembina dan pelatih, serta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Menurutnya, menang atau kalah bukan menjadi hal utama, namun pengalaman, semangat belajar, dan sikap sportif menjadi nilai penting dalam ajang O2SN ini.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
