SMA Negeri 1 Tanta telah menyandang predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri. Melihat kesuksesan tersebut, Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan bersama puluhan sekolah melakukan studi tiru ke SMA Negeri 1 Tanta.
Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan bersama 26 sekolah Adiwiyata di Kabupaten Balangan mengunjungi SMA Negeri 1 Tanta, Kabupaten Tabalong, pada 20 Mei 2026. Kunjungan dilakukan untuk mempelajari pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Pasalnya, sejak tahun 2024 SMA Negeri 1 Tanta telah berhasil meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, yakni penghargaan tertinggi dalam gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di lingkungan sekolah.
Pada kegiatan ini, DPLH Kabupaten Balangan diajak berkeliling SMA Negeri 1 Tanta untuk meninjau lingkungan sekolah, seperti kebersihan, sanitasi, drainase, serta berbagai inovasi kegiatan reduce atau pengurangan sampah untuk ekonomi sirkular. Selain itu, para tamu juga diajak meninjau konservasi air melalui biopori, pengelolaan bank sampah, serta komposter sampah organik dan anorganik. Tak ketinggalan, para tamu juga diajak berkeliling area hutan sekolah untuk melihat penghijauan atau keanekaragaman hayati.
Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Balangan, Tamrin, berharap langkah serta inovasi dari SMA Negeri 1 Tanta dapat menjadi contoh bagi sekolah Adiwiyata di Kabupaten Balangan.
“Hari ini kita mendatangi SMAN 1 Tanta yang sudah menjadi sekolah dengan predikat Adiwiyata Mandiri dan banyak hal yang sangat patut ditiru di tempat kita. Komitmen kita dengan teman-teman sekolah Adiwiyata di Kabupaten Balangan yang hari ini ada 26 sekolah, mereka sudah berkomitmen di tahun ini untuk meningkatkan prestasi Adiwiyata mereka. Oleh karena itu, kesempatan ini kami jadikan sebagai salah satu edukasi untuk bisa melakukan introspeksi kepada masing-masing sekolah dan juga melakukan pembelajaran yang lebih baik lagi di SMAN 1 Tanta ini. Ternyata kita dapati berbagai macam kemajuan Adiwiyata di SMAN 1 Tanta Tabalong ini harus kita ikuti jejak langkahnya, baik secara fisik maupun secara administrasi. Oleh karena itu, kami dari Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan memandang sangat perlu sekali kegiatan ini dilakukan dan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi edukasi,” ujar Tamrin, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Balangan.
Kepala SMAN 1 Tanta, Eko Prayitno, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPLH Balangan bersama sekolah Adiwiyata di Kabupaten Balangan. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat silaturahmi dan meningkatkan pendidikan lingkungan hidup antardaerah.
“Harapan kami semoga kawan-kawan dari DLH Balangan dan tim juga dari sekolah bisa sukses dalam proses Adiwiyata Mandiri, yang mana kami mudah-mudahan bisa berkontribusi, yaitu berbagi hal-hal yang dirasa perlu. Kami sangat berharap dua kabupaten ini juga bisa terjalin silaturahmi sehingga nilai-nilai atau pendidikan lingkungan hidup ini semakin terbina di antara dua kabupaten ini,” ujar Eko Prayitno, Kepala SMAN 1 Tanta.
Tim Pembina Sekolah Adiwiyata Tabalong, Mohamad Iid Abdul Wahid, menilai kunjungan ini menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan SMAN 1 Tanta dalam menjalankan program Adiwiyata Mandiri.
“Alhamdulillah, ini suatu penghormatan bagi kami dari DLH Kabupaten Tabalong dan tentunya SMAN 1 Tanta sendiri, karena itu merupakan satu bentuk penghargaan, adanya pengakuan dari pihak luar bahwa memang usaha SMA Negeri 1 Tanta mendapatkan Adiwiyata Mandiri ini diakui. Artinya, memang menjadi suatu penghargaan bagi sekolah tersebut,” ujar Mohamad Iid Abdul Wahid, Tim Pembina Sekolah Adiwiyata Tabalong.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan sekolah-sekolah Adiwiyata di Kabupaten Balangan dapat menerapkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang telah dikembangkan SMAN 1 Tanta. Selain meningkatkan prestasi Adiwiyata, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama antar sekolah dan pemerintah daerah dalam membangun budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
