Home Ekonomi Kenaikan BBM Solar Tekan Usaha Penggilingan Padi, Biaya Operasional Melonjak

Kenaikan BBM Solar Tekan Usaha Penggilingan Padi, Biaya Operasional Melonjak

by iin hendriyani

Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis solar mulai berdampak pada sektor agriindustri di Kabupaten Tabalong. Salah satunya dialami usaha penggilingan padi di Kelurahan Pembataan yang kini harus menanggung kenaikan biaya operasional akibat sulitnya mendapatkan solar.

Sektor agriindustri atau sektor pengolahan hasil industri pertanian turut terdampak kenaikan harga BBM berjenis solar. Salah satunya di pabrik penggilingan padi milik Haji Astani atau yang lebih akrab disapa Haji Aput di Sulingan, Kelurahan Pembataan.

Haji Aput mengaku, dari harga solar yang awalnya 12 ribu per liter kini menjadi 29 ribu rupiah per liter. Karena hal tersebut, dirinya merasa kesulitan dalam mencari BBM solar untuk menggerakkan mesin penggiling padi miliknya. Dirinya juga mengaku sering membeli di SPBU, namun untuk saat ini lebih sering membeli di pedagang eceran.

“Mun kaini tangalih pang pada nang tadahulu oleh tedampaknya nang ada-ada ini. Dahulukan harga minyak solar 11 sampai 12 ribu, wahini 29 harganya. Jauh bedanya. Sahari tu ja perlu minyak sekitar 15 liter sahari paling kada, amun banihnya banyak bisa kada mayu jua. Ini gen yang handak menggiling kada bakurang, malah batambah tarus karena orang musim mangatam. Sahari tu bisa 7 pikul bisa jua parak sa ton. Amunnya hujan bisa jua parai, orang kada kawa manjamur, jadi tatap haja kita jalan soalnya kasian orang kada makan kaina,” ujar H. Astani, Pemilik Penggilingan Padi Sulingan.

Untuk menghindari kerugian, Haji Aput menaikkan biaya penggilingan dari yang awalnya 600 rupiah per kilo gabah, kini menjadi 800 rupiah per kilo. Meski telah menaikkan biaya, ia menyebut pendapatan dari usaha penggilingan padi ini turun sekitar 40 persen lebih.

Kendati demikian, Haji Aput mengatakan petani atau warga yang memakai jasa penggilingan padi masih tinggi karena bertepatan dengan musim panen. Bahkan, saat ini dirinya mengaku hasil gilingan bisa mencapai 1 ton per harinya.

Muhammad Khairillh, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment