Pemerintah Kabupaten Tabalong melantik dan merotasi 133 Aparatur Sipil Negara pada 6 Mei 2026 di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi Tanjung. Pelantikan yang dipimpin Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani tersebut meliputi pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, kepala puskesmas hingga kepala sekolah guna memperkuat kinerja birokrasi dan pelayanan publik.
Pemerintah Kabupaten Tabalong melakukan penyegaran birokrasi dengan merotasi, melantik, dan menugaskan 133 Aparatur Sipil Negara di berbagai sektor, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, kepala puskesmas hingga kepala sekolah pada 6 Mei 2026 di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, dalam sambutannya mengatakan pelantikan ASN ini merupakan hal penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan kinerja birokrasi serta memperkuat pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Tabalong juga turut mengingatkan seluruh ASN yang telah dilantik agar mengabdi kepada masyarakat dengan mengutamakan loyalitas yang juga mengacu pada Tabalong Smart, kemudian menjaga integritas dengan baik dan memberikan kinerja maksimal.
“Nah jadi kami berharap, bapak ibu sekalian gimana pun sekarang dilantik, ini adalah kesempatan bagi kita semua memberikan kinerja, legasi yang terbaik untuk masyarakat. Jadi mohon, karena sudah dilantik ini niatkan di hati, sekali lagi niatkan di hati, niatkan untuk memberikan layanan terbaik untuk masyarakat kita, niatkan apa yang dilakukan menjadi amal ibadah bagi kita. Insyaallah akan diberikan kemudahan, insyaallah selamat dunia akhirat,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Selain itu, ia juga menambahkan para ASN dituntut agar menjadi ASN yang SMART. Para ASN diharuskan menambah dan meningkatkan kualitas kompetensi diri untuk pelayanan terhadap masyarakat, terlebih dengan diberlakukannya manajemen talenta untuk penilaian kualitas ASN.
Terkait jumlah ASN yang dilantik, di antaranya 50 orang pejabat JPT Pratama, administrator, dan pengawas, 12 orang jabatan fungsional, 8 orang kepala UPTD puskesmas, dan 63 kepala sekolah TK, SD, dan SMP.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
