Home Ekonomi Investasi Tabalong Lampaui Target, Triwulan I 2026 Tembus Rp378 Miliar

Investasi Tabalong Lampaui Target, Triwulan I 2026 Tembus Rp378 Miliar

by iin hendriyani

Realisasi investasi Kabupaten Tabalong pada triwulan pertama tahun 2026 melampaui target yang ditetapkan. Hingga pertengahan April, capaian investasi telah menyentuh Rp378 miliar atau 116 persen dari target triwulan pertama.

Realisasi investasi Kabupaten Tabalong pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan capaian yang sangat positif. Hingga 17 April 2026, total investasi tercatat mencapai Rp378 miliar atau 116 persen dari target investasi triwulan yang ditetapkan sebesar Rp325 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tabalong, Muhammad Rasyid, menjelaskan dari total realisasi investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sekitar Rp46,8 miliar. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan nilai sekitar Rp332,08 miliar.

Rasyid menuturkan, upaya peningkatan investasi terus dilakukan, tidak hanya mengandalkan sektor pertambangan yang selama ini sudah berjalan secara alami. Salah satu sektor yang mulai didorong ialah sektor pariwisata, sehingga ia menekankan pentingnya inventarisasi potensi wisata hingga kepastian status lahan.

“Ya memang kita dari sektor promosi penanaman modal ini, memang kita mengharapkan bahwa terkait investasi tentang sektor pariwisata ini, kita mengharapkan kawan-kawan di sektor terkait ini benar-benar menginventarisir apa-apa misalnya potensi wisata yang bisa dikembangkan. Karena kami akan mempromosikan nanti yang jelas. Pertama untuk sektor pariwisata ini kadang-kadang ada lahan, dia berada di mana, memang benar-benar kepemilikannya sudah clear. Nah kalau misalnya itu kita sudah yakin nanti bisa memasarkan. Karena begitu investasi akan masuk, bahwa kita sudah tidak bermasalah terkait lahan dan sebagainya,” ujar Muhammad Rasyid, Kepala DPMPTSP Tabalong.

Rasyid menambahkan, dengan strategi promosi yang lebih terarah dan kesiapan sektor unggulan, ia berharap realisasi investasi dapat terus meningkat hingga akhir tahun 2026 dengan target sebesar Rp1,3 triliun.

Dano Nafarin, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment