Home Ekonomi Harga Material Bangunan Mulai Naik Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Material Bangunan Mulai Naik Akibat Konflik Timur Tengah

by iin hendriyani

Harga material bangunan mulai mengalami kenaikan di sejumlah toko di Tanjung. Hal ini diduga dipengaruhi konflik Timur Tengah yang berdampak pada barang impor. Meski distribusi masih lancar, namun pedagang mulai melakukan pembelian lebih awal untuk menghindari kenaikan lebih lanjut.

Sejumlah bahan material bangunan seperti semen, besi beton, hingga baja ringan terpantau mengalami kenaikan harga secara bertahap. Hal itu diungkapkan Nurhidayat atau yang akrab disapa Haji Dayat selaku pemilik Toko Bangunan Material Mitra Royal.

Nurhidayat mengatakan pada 4 April 2026, kenaikan ini terjadi pada sejumlah barang terutama yang bergantung pada pasokan impor. Meski demikian, untuk distribusi saat ini masih tergolong lancar karena belum ada kendala pada sektor bahan bakar.

Haji Dayat menyampaikan, potensi kenaikan harga material masih tinggi dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia menyebut harga saat ini beberapa lebih tinggi dari kondisi normal yang umumnya hanya terkena inflasi. Saat ini penjualan disiasati dengan menyesuaikan stok yang tersedia, serta membatasi pemesanan dalam jumlah besar.

“Kalau ini sampai Timur Tengah masih bergejolak, kayaknya spekulasi masih tinggi lagi. Kalau ini kayaknya agak dari info-info supplier sampai 5–20 persen kenaikannya. Tapi kalau di waktu normal, tahun-tahun berikutnya mungkin inflasi saja. Kalau ini kayaknya luar biasa ada kenaikannya. Kami kalau bisa jual barangnya sesuaikan dengan stok barang yang ada saja. Kalau pesanan-pesanan itu tidak bisa, yang mau pesan beli banyak itu belum bisa sementara,” ujar Nurhidayat, pemilik Toko Bangunan Mitra Royal.

Menurut pedagang, kenaikan harga terjadi bertahap dalam hitungan hari, dengan persentase yang bervariasi hingga mencapai 5 hingga 20 persen. Misalnya, semen yang awalnya 62 ribu menjadi 64 ribu, dan baja ringan dari 90 ribu menjadi 100 ribu. Namun, Dayat menambahkan kenaikan paling tinggi terjadi pada material berbahan besi atau baja. Jika konflik Timur Tengah terus berlanjut, maka potensi kenaikan harga masih akan terjadi.

Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment