Home Pertanian & Perkebunan Terapkan Tanam Tumpang Sari, Petani Cabai di Tabalong Berhasil Lipatgandakan Pendapatan

Terapkan Tanam Tumpang Sari, Petani Cabai di Tabalong Berhasil Lipatgandakan Pendapatan

by iin hendriyani

Untuk menyiasati lamanya masa panen cabai, petani di Tabalong menerapkan metode tumpang sari. Dengan menanam sayuran berumur panen lebih cepat di sela tanaman cabai, lahan pertanian bisa lebih produktif dan modal usaha pun lebih cepat kembali.

Berbagai cara dilakukan petani untuk memutar modal yang dikeluarkan dalam perawatan tanaman cabai. Salah satunya melalui metode tumpang sari, yakni menanam tanaman lain di sela-sela pohon cabai yang masa panennya lebih singkat.

Metode ini diterapkan Kelompok Tani Hortimin Berkah. Di lahan cabai mereka, sayuran seperti kembang kol dan daun bawang ditanam berdampingan dengan cabai. Tujuannya sederhana, agar petani tetap memperoleh penghasilan sebelum cabai memasuki masa panen.

Seperti yang dilakukan Ketua Kelompok Tani Hortimin Berkah, Ahong. Di kebunnya, ia menanam seribu batang kembang kol di sela tanaman cabai. Dalam waktu sekitar dua bulan, kembang kol sudah bisa dipanen dan menghasilkan tambahan pendapatan hingga 10 juta rupiah. Hasil ini dinilai mampu menopang biaya perawatan cabai yang membutuhkan waktu lebih panjang, yakni sekitar tiga bulan atau 90 hari hingga panen pertama.

“Tumpang sari ini merupakan salah satu buat mengembalikan modal yang pertama karena dari kita merawat lombok biasanyakan jangka waktunya sampai 3 bulan baru bisa panen, minimal 90 hari baru panen sementara di bawahnya kita tanami kembang kol 2 bulan sudah bisa panen. Jadi hasil dari kembang kol kita bisa nutupi kekurangan modal kita untuk perawatan lombok,” ujar Ahong, Ketua Kelompok Tani Hortimin Berkah.

Ahong menambahkan metode tumpang sari tidak hanya membantu mengembalikan modal lebih cepat, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani secara keseluruhan. Selain kembang kol, daun bawang juga ditanam karena memiliki nilai jual yang baik di pasaran. Dengan cara ini, lahan pertanian menjadi lebih optimal, tidak ada ruang yang terbuang, dan tidak ada waktu yang terlewat tanpa hasil.

Gazali Rahman, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment