Home Haji Tabalong Sekitar 30% Jemaah Haji Tabalong Masuk Kategori Risiko Tinggi, Kemenhaj Siapkan Pendampingan Khusus

Sekitar 30% Jemaah Haji Tabalong Masuk Kategori Risiko Tinggi, Kemenhaj Siapkan Pendampingan Khusus

by iin hendriyani

Dari total 606 jemaah haji asal Kabupaten Tabalong yang dijadwalkan berangkat di tahun 2026, sekitar 20 hingga 30 persen di antaranya termasuk kategori jemaah berisiko tinggi dengan riwayat penyakit kronis.

Hal ini disampaikan oleh pendamping jemaah haji Tabalong, dokter Triyuniarti, di sela kegiatan praktik manasik haji pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Masjid Raya Al-Abrar Islamic Center Tanjung Tabalong.

Dokter Triyuniarti menjelaskan, jemaah yang termasuk kategori risiko tinggi umumnya berusia 60 tahun serta memiliki riwayat penyakit kronis. Beberapa penyakit yang sering ditemui pada jemaah haji antara lain penyakit jantung koroner, diabetes melitus, serta gangguan kesehatan kronis lainnya yang memerlukan pemantauan khusus.

Untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah haji tetap terpantau, tim kesehatan telah menyiapkan pendampingan khusus bagi jemaah berisiko tinggi. Pendampingan ini dilakukan sejak tahapan persiapan keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

“Kalau misalnya dari tim kesehatan kita, paling awalnya itu pendataan sama ada pendampingan gitu, jadi kalau misalnya ada pasien-pasien yang risiko tinggi kita sebagai petugas kesehatan mendampingi, dari sini sampai di pesawat, sampai nanti di sana, sampai turun lagi ke sini,” ujar dr. Triyuniarti, pendamping jemaah haji Tabalong.

Dokter Triyuniarti mengimbau jemaah, khususnya yang memiliki penyakit kronis, untuk rutin mengontrol kondisi kesehatan dan disiplin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik yang baik, sehingga jemaah harus menghindari kelelahan berlebihan.

Dano Nafarin, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment