Anggota DPRD Tabalong dapil utara, Sumiati, mendorong agar pembangunan Bendung Jaro II yang telah mencapai 80 persen segera diikuti perencanaan jaringan irigasi sekunder dan tersier. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat bendung dapat maksimal mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produksi pertanian di wilayah utara Tabalong.
Anggota DPRD Tabalong dapil utara, Sumiati, menekankan pentingnya penyelesaian Bendung Jaro II yang saat ini pembangunannya telah mencapai 80 persen. Hal ini disampaikan Sumiati saat Musrenbang RKPD 2027 yang digelar di Kecamatan Jaro pada 12 Februari 2026.
Sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Jaro menyampaikan 239 usulan pembangunan yang didominasi infrastruktur. Menurutnya, usulan yang disampaikan masih berimbang karena sebagian besar didominasi infrastruktur pertanian, terlebih Kecamatan Jaro sebagian besar warganya merupakan petani.
Sumiati berharap Dinas PUPR Tabalong dapat melakukan perencanaan untuk pembangunan jaringan irigasi sekunder dan tersier dari Bendung Jaro II yang saat ini menunggu tahap penyelesaian. Hal ini ia usulkan agar keberadaan Bendung Jaro II dapat langsung bermanfaat untuk masyarakat.
“Terkait Bendung Jaro II, bendung ini kan saat ini 80 persen tahap penyelesaian. Oleh karena itu harapan kami dengan Musrenbang ini, maka Dinas PUPR setidaknya sudah melakukan perencanaan untuk jaringan irigasi sekunder dan tersier, agar begitu selesai dibangun oleh pemerintah provinsi di tahun 2026 ini Kabupaten Tabalong sudah siap menyambut dan melanjutkan program bendungan ini sehingga mudah-mudahan para petani, khususnya pertanian secara umum di Kecamatan Jaro ini, para petani padi bisa menikmati panen tiga kali dalam setahun. Sehingga Kecamatan Jaro ini bisa menjadi kecamatan yang swasembada beras, bahkan bisa bermanfaat untuk tetangga kiri kanan,” ujar Sumiati, anggota DPRD Tabalong.
Meski usulan pembangunan didominasi infrastruktur, ia juga menyarankan Pemerintah Kecamatan Jaro untuk memperkuat sektor pemberdayaan masyarakat agar selaras dengan tujuh program prioritas, salah satunya pemberdayaan untuk mencetak tenaga terampil.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
