Bulan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang makanan di Kabupaten Tabalong, salah satunya Bu Dadang yang menjual berbagai macam kue basah tradisional. Selama Ramadan, dagangannya laris diborong masyarakat yang ingin berbuka dengan kue basah.
Bagi masyarakat Kalsel, tidak lengkap jika berbuka puasa tanpa hidangan kue manis atau kue basah. Kalsel sendiri memiliki kekayaan kuliner, khususnya kue basah yang luar biasa dengan rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Biasanya, kue basah ini hanya dijual saat bulan Ramadan.
Salah satunya ialah Bu Dadang. Ia menjual berbagai kue basah khas orang Banjar untuk hidangan berbuka puasa, seperti hula-hula, putri selat, amparan tatak, sari moka, tart kelapa, dan masih banyak lagi jenisnya. Kue basah ini dijual dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp17 ribu per potongnya. Selain per potong, Bu Dadang juga menjual kue basah per loyang dengan harga mulai dari Rp200 ribu.
Pemilik usaha, Dadang Junaedi, menjelaskan selama bulan Ramadan ini wadai yang paling laris terjual ialah putri selat. Saking larisnya, kue ini selalu jadi yang pertama habis dibanding jenis kue basah lainnya.
“Putri selat dan tart kelapa, tapi hampir semua kuenya laris, Pak. (Habis aja terus, nih Pak?) Alhamdulillah habis, kadang-kadang kada mayu, kada cukup Pak ai. Untuk masjid dan langgar ada 30 loyang kita sebarkan setiap hari, jadi ada Pak Fani sepuluh loyang, Ibu Eka 20 loyang menyumbangkan ke masjid dan panti asuhan,” ujar Dadang Junaedi, pemilik Bu Dadang.
Dadang menambahkan, untuk memenuhi permintaan masyarakat setiap harinya, terlebih pada bulan Ramadan saat ini, pembuatan kue basah dilakukan dari subuh sekitar pukul 04.00 hingga pukul 12.00 siang.
(Dano Nafarin, TV Tabalong)