Selama bulan Ramadan, ketersediaan daging sapi di Kabupaten Tabalong dipastikan aman dan harga relatif stabil. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, tidak terdapat lonjakan permintaan maupun kenaikan harga yang signifikan di pasaran.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tabalong, dokter hewan Suwandi saat melakukan pemantauan di Pasar Tanjung pada Kamis, 19 Februari 2026.
Berdasarkan hasil pantauan, selama bulan Ramadan permintaan akan daging sapi di pasaran diprediksi mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat. Selain itu, berkurangnya aktivitas pedagang yang menggunakan bahan utama daging sapi selama Ramadan turut mempengaruhi tingkat serapan daging sapi di pasar.
“Ya hasil pantauan kita untuk bulan Ramadan ini menurut para pedagang malah ini agak penurunan ya, karena apa? Nah ini terkait dengan permintaan dari masyarakat juga agak berkurang di bulan-bulan Ramadan jadi banyak yang beralih ke lain. Yang kedua juga kenapa serapan dari daging sapi ini tinggi di hari biasa karena banyak pedagang-pedagang pentol sebenarnya menghabiskan daging. Nah di bulan Ramadan ini kan tidak bisa jualan di siang hari ya yang menyebabkan permintaan juga berkurang di pasar,” ujar drh. Suwandi, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Tabalong.
Dokter hewan Suwandi menjelaskan bahwa di tiga tahun terakhir, harga daging segar dengan kualitas paling tinggi stabil di harga 150 ribu sampai 160 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan untuk daging sapi beku berada stabil di harga 100 ribu sampai 120 ribu rupiah per kilogram.
Dengan ketersediaan pasokan yang aman dan harga yang terkendali, masyarakat diimbau tidak khawatir dalam memenuhi kebutuhan daging sapi selama bulan Ramadan.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
