Home Blog Perkuat Deteksi Dini Konflik, Haji Fani Serap Aspirasi Warga

Perkuat Deteksi Dini Konflik, Haji Fani Serap Aspirasi Warga

by iin hendriyani

TABALONG – Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani, menyerap aspirasi masyarakat melalui Focus Group Discussion atau FGD bersama seluruh elemen masyarakat. Forum ini menjadi wadah untuk mendeteksi dan mencegah dini potensi konflik sosial.

FGD digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Bakesbangpol Tabalong, Kamis, 1 Oktober 2026, di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi Pembataan.

Mengusung tema deteksi dan cegah dini konflik sosial, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari LSM, mahasiswa, serikat pekerja, wartawan, ojek online, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi lainnya.

Sejumlah aspirasi disampaikan langsung masyarakat, di antaranya terkait penyaluran BBM bersubsidi, informasi di media sosial, nasib karyawan PT BBP, hingga persoalan beasiswa.

Aspirasi tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Bupati Tabalong dan jajaran Forkopimda, sebagai upaya memastikan informasi yang berkembang dapat dikonfirmasi dan ditindaklanjuti.

“Perlu kita memberikan literasi kepada warga kita apa yang sudah dilakukan pemerintah, apa yang akan dilakukan pemerintah ini perlu. Supaya masyarakat kita tidak mudah mendapatkan informasi yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab,” ujar M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.

Untuk memperkuat deteksi dini, Bakesbangpol Tabalong menghadirkan SIGAP, atau Sinergi Antisipasi Potensi Konflik.

Program ini diarahkan untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, dalam memetakan potensi konflik dan menyelesaikan permasalahan sebelum berkembang menjadi konflik sosial.

“Ini kita dasari dari banyaknya konflik-konflik yang kita data, mulai dari 2024 sampai 2025 itu sekitar ada 15 konflik. Jadi berdasarkan dari itu kita mencoba untuk mensinergikan seluruh elemen masyarakat, seluruh pemangku kepentingan bagaimana caranya agar konflik ini bisa kita tekan, dengan cara melakukan deteksi dini dan pencegahan dini potensi-potensi konflik yang ada di Kabupaten Tabalong,” tutur Arbuansyah, Kepala Kesbangpol Tabalong.

Arbu menambahkan, melalui FGD dan program SIGAP, pemerintah berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat, agar potensi permasalahan dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Kolaborasi pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga Tabalong tetap aman, rukun, dan kondusif.

Nova Arianti, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment