Sebanyak 15 desa di Kabupaten Tabalong dilaporkan mengalami kekurangan anggaran untuk membayar gaji kepala desa, perangkat desa, hingga anggota Badan Permusyawaratan Desa atau BPD. Kondisi tersebut terjadi akibat berkurangnya Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat setelah adanya kebijakan pemangkasan anggaran.
Pemerintah Kabupaten Tabalong menyebut, sesuai aturan yang berlaku, alokasi untuk penggajian aparat desa hanya diperbolehkan maksimal 30 persen dari total anggaran desa. Kondisi ini menyebabkan sejumlah desa kesulitan memenuhi kebutuhan operasional, terutama untuk pembayaran penghasilan tetap aparat desa.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Tabalong, Husin Ansari, menjelaskan kekurangan anggaran tersebut akan ditutup melalui APBD Perubahan. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki pelampauan pendapatan yang berasal dari dana transfer pusat maupun Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
Dari pelampauan pendapatan tersebut, pemerintah daerah akan menyisihkan sekitar 10 persen untuk dialokasikan ke desa, guna menutupi kekurangan anggaran, khususnya dalam pembayaran gaji aparat desa.
“Kalau dana desa yang bersumber dari APBD itu kan berdasarkan dana yang kita terima, dana transfer termasuk juga dari PAD kita, jadi di angka kisaran 10 persen. Kalau dana transfer kita kurang, otomatis mereka kurang juga dapatnya, karena kita tahun 2026 ini hampir 1 triliun dana transfer kita yang tidak disalurkan oleh pemerintah pusat. Karena tidak disalurkan, otomatis desa juga tidak mendapatkan itu. Alhamdulillah, kita di tahun 2025 ada pelampauan pendapatan, PAD melebihi target, sehingga kita sisihkan 10 persen untuk dana desa tersebut,” ujar Husin Ansari, Kepala BPKAD Tabalong.
Pemerintah Kabupaten Tabalong menegaskan, alokasi tambahan tersebut tidak hanya diberikan kepada 15 desa yang mengalami kekurangan anggaran, namun juga akan didistribusikan ke seluruh desa di Tabalong.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pemerintahan desa serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski terjadi penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
