Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani mengajak seluruh pemerintah desa dan kelurahan untuk membangun budaya sadar bencana melalui program Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana atau Destana. Menurutnya program ini menjadi upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong saat membuka Sosialisasi Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana yang digelar BPBD Tabalong pada 6 Agustus 2026, di Pendopo Bersinar Pembataan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Tabalong.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPBD Tabalong yang telah menyelenggarakan sosialisasi ini. Menurutnya kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana, yang bisa terjadi kapan saja.
“Melalui program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, kita ingin membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana. Artinya, masyarakat memahami potensi risiko di lingkungannya, mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, serta mampu melakukan upaya pencegahan dan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Bupati menyebut, Kabupaten Tabalong memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, penanggulangan bencana memerlukan kolaborasi seluruh pihak, tidak hanya pemerintah dan BPBD, tetapi juga pemerintah desa, dunia usaha, relawan dan masyarakat.
Bupati juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata di masing-masing desa dan kelurahan. Para Kepala Desa dan Lurah diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun budaya sadar bencana, sehingga terwujud masyarakat Tabalong yang lebih tangguh, siap dan mampu menghadapi berbagai kondisi darurat.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
