Home Tabalong Hari Ini DISPERSIP Tabalong Targetkan 57 Replikasi PERPUSDES Berbasis Inklusi Sosial di 2024

DISPERSIP Tabalong Targetkan 57 Replikasi PERPUSDES Berbasis Inklusi Sosial di 2024

by Muhammad Rais
0 comment

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong terus melakukan pengembangan dan peningkatan sejumlah perpustakaan desa yang ada di Kabupaten Tabalong. Salah satu upayanya adalah dengan terus menambah replikasi perpustakaan desa yang berbasis inklusi sosial.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong, Norhayati, saat diwawancarai di ruangannya pada Senin, 29 Januari 2024.

Norhayati menjelaskan bahwa saat ini terdapat 79 perpustakaan desa yang tersebar di Kabupaten Tabalong, semuanya aktif dalam kegiatan silang layan perpustakaan.

Untuk mengembangkan perpustakaan menjadi lebih baik dan berdampak positif bagi masyarakat, per Desember 2023, Dispersip Tabalong telah mereplikasikan program pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial kepada sebanyak 47 perpustakaan desa.

Dari jumlah tersebut, 15 perpustakaan desa telah menjalankan program perpustakaan berbasis inklusi sosial atau Pustaka Bisa. Program tersebut merupakan kerjasama antara Dispersip Tabalong dengan PT Adaro Indonesia.

Di tahun 2024 ini, pihak Dispersip Tabalong juga menargetkan replikasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial kepada 10 perpustakaan desa, sehingga jumlah replikasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ditargetkan mencapai 57 perpustakaan desa.

Dengan hal ini diharapkan ke depannya kegiatan perpustakaan desa dapat berdampak positif kepada masyarakat. Selain menarik minat baca, perpustakaan berbasis inklusi sosial juga diharapkan dapat membuat masyarakat mandiri dalam hal ekonomi, sekaligus dapat terhindar dari jeratan rentenir.

Baca Juga  DPMPD Tabalong Bakal Gelar Bimtek Pengurus BPD

“Harapan kami dengan adanya pendampingan, bimbingan teknis, dan monitoring secara rutin nantinya perpustakaan desa semakin diminati masyarakat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa melalui perpustakaan berbasis inklusi sosial, sehingga masyarakat juga terhindar dari rentenir, dan masyarakat desa akan semakin mandiri karena sudah mampu mengimplementasikan literasi dari perpustakaan tersebut.” ujar Norhayati, Kepala Dispersip Tabalong.

Norhayati menambahkan bahwa program perpustakaan inklusi sosial sangat penting untuk berada di tengah masyarakat, mengingat masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu, namun juga berkesempatan untuk menambah skill dan kemampuan, untuk bekal dalam usaha. Yang kemudian diharapkan dapat membentuk masyarakat yang mandiri di bidang ekonomi.

(Maria Ulfah/TV Tabalong)

Related Articles

Leave a Comment