TABALONG — Menekan laju inflasi daerah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tabalong. Salah satu upaya yang digencarkan adalah Gerakan Tanam Cabai Tiung Tanjung, mengingat komoditas ini menjadi salah satu penyumbang inflasi.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian atau DKP3 Tabalong, Gerakan Tanam Cabai Tiung Tanjung terus didorong di sejumlah wilayah.
Program ini menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Tabalong, dengan tujuan meningkatkan produksi cabai lokal, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga.
Cabai tiung ditanam di lahan seluas 59 hektar. Hingga pertengahan tahun 2026, luas tanaman cabai Tiung Tanjung di Tabalong tercatat mencapai 59,5 hektare, yang tersebar di 12 kecamatan.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong produksi cabai. Menurutnya, gerakan tanam cabai menjadi salah satu langkah untuk membantu menekan dampak kenaikan harga komoditas tersebut terhadap inflasi daerah.
“Sebagaimana kita tahu di bulan ini salah satu penyumbang inflasi karena kita tahu kan kegiatan di Kabupaten Tabalong luar biasa selama satu bulan ini. Tapi alhamdulillah berkat inovasi, kemudian juga berkat kebersamaan antara PPL, petani, dan kepala desa, dan camat, muspika, dan alhamdulillah ini terbukti kita hari ini memanen ya melihat langsung,” ujar M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Untuk mendukung gerakan tanam cabai ini, Pemkab Tabalong juga memberikan sejumlah bantuan kepada petani. Di antaranya melalui pengembangan cabai Tiung Tanjung seluas 12 hektare, serta bantuan pupuk, mulsa, POC, obat-obatan, hingga alat dan mesin pertanian.
Gazali Rahman, TV Tabalong
