Tabalong – Dinas Kesehatan Tabalong melakukan skrining filariasis di 30 lokus. Hasil sementara menunjukkan 13 lokus negatif, sementara 17 lokus lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.
Skrining filariasis atau penyakit kaki gajah ini dilaksanakan Dinas Kesehatan Tabalong bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kalimantan Selatan, selama enam hari, mulai 24 hingga 29 Oktober 2026.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi keberadaan parasit filaria dalam sampel darah tepi, yang dapat menyebabkan filariasis limfatik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kesehatan Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan Tabalong, Rapolo Manik, menjelaskan, dari 13 lokus yang telah menerima hasil pemeriksaan, belum ditemukan infeksi parasit Brugia malayi.
Sementara itu, hasil pemeriksaan 17 lokus lainnya masih dalam proses penungguan.
Rapolo menyebut, Tabalong masih berstatus daerah endemis filariasis, karena sebelumnya pernah ditemukan kasus penyakit kaki gajah.
Pemerintah daerah sebelumnya telah melaksanakan pemberian obat pencegahan secara massal selama kurang lebih tiga tahun, sebagai upaya memutus rantai penularan dan mengeliminasi parasit filaria.
“Tujuan adanya pemeriksaan ini memastikan bahwa bagaimana status penyebaran kaki gajah di Kabupaten Tabalong, jadi kita ini termasuk daerah Tabalong ini daerah yang memiliki penderita kaki gajah, dan status kita masih tercatat sebagai daerah endemis, jadi sebelumnya upaya yang kita lakukan adalah dengan pemberian obat atau pengobatan massal kurang lebih 3 tahun untuk mengeliminasi cacingnya, sekarang kita untuk memastikan tidak ada lagi filarianya, kita memeriksa itu, kalau nanti hasilnya ini memenuhi kriteria-kriteria eliminasi malaria, nanti akan ada penetapan bahwa Kabupaten Tabalong sudah tereliminasi dari penyakit kaki gajah,” ujar Rapolo Manik, Kabid P2P, Kesehatan Jiwa dan Napza Dinkes Tabalong.
Rapolo mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menghindari gigitan nyamuk sebagai perantara penularan filariasis.
Hasil pemeriksaan dari seluruh 30 lokus nantinya akan menjadi dasar dalam menilai status eliminasi filariasis di Kabupaten Tabalong.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong Melaporkan.
