Tanjung – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mendorong puskesmas di Tabalong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak asap karhutla. Kesiapan obat-obatan, oksigen, dan tenaga medis dinilai penting untuk mempercepat penanganan warga terdampak.
Dampak asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi perhatian Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, saat berkunjung ke Kantor BPBD Tabalong pada 28 Oktober 2026. Ia mendorong seluruh puskesmas memastikan ketersediaan obat-obatan, oksigen, dan kesiapan tenaga medis untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, termasuk ISPA.
Rifqi juga mendorong peningkatan layanan tenaga kesehatan siap panggil atau on call, agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pertolongan medis.
“Dan juga yang paling penting ini sektor kesehatan yah, adalah sektor yang harus kita aktifasi dalam posisi bencana seperti ini, karena itu saya kira seluruh puskesmas yang ada di Tabalong harus kita aktifasi untuk memastikan ketersediaan obat-obatan, oksigen, dan yang paling penting nanti kita akan kita dorong Pak Bupati Tabalong untuk membuat skema adanya on call di bidang kesehatan, jadi kalau ada yang sakit, atau memerlukan penanganan medis bisa menghubungi puskesmas terdekat dan tenaga kesehatannya nanti akan kita berikan honorarium,” ujar Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi II DPR RI Dapil Kalsel I.
Diketahui Tabalong sendiri telah memiliki layanan Public Safety Center atau PSC 119 Tabalong Smart untuk penanganan kegawatdaruratan medis 24 jam. Layanan ini diharapkan dapat mendukung respons cepat terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.
Selain itu untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap, Pemkab Tabalong juga telah menyiapkan ruang oksigen di seluruh puskesmas yang ada di Tabalong serta PSC 119.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong Melaporkan.
