TABALONG – Tokoh agama Kristen di Tabalong, Ardianson, mengingatkan masyarakat agar tidak merusak lingkungan melalui pembakaran lahan yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.
Hal tersebut diungkapkan tokoh agama Kristen, Ardianson, saat ditemui belum lama tadi.
Ardianson menilai pembakaran lahan dinilai tidak hanya berisiko menyebabkan kebakaran, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, keselamatan, dan aktivitas masyarakat.
Ia menjelaskan dalam iman Kristen, manusia memiliki tanggung jawab untuk mengusahakan sekaligus memelihara ciptaan Tuhan. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan pesan dalam Mazmur 24 ayat 1, yang menyebut bahwa bumi beserta segala isinya adalah milik Tuhan.
“Ada banyak ayat dalam Alkitab, tapi saya kutip satu ayat yang terambil dari Mazmur, pasal 24 ayat 1 yang berbunyi, ‘Tuhan lah yang mempunyai bumi serta segala isinya dan manusia yang diam di dalamnya.’ Maknanya bumi pada dasarnya milik Tuhan, karena itu manusia tidak boleh memperlakukan alam secara sembarangan seolah-olah alam sepenuhnya miliknya. Nah pesan teologisnya sederhana, manusia mendapat mandat dari Allah untuk mengusahakan sekaligus memelihara ciptaannya. Karena itu merusak hutan, mencemari udara atau sekaligus pembakaran lahan secara tidak bertanggungjawab bertentangan dengan semangat memelihara ciptaan yang dipercayakan Tuhan kepada manusia,” ujar Ardianson, Tokoh Agama Kristen.
Ardianson pun mengajak masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha yang bergantung pada lahan untuk tetap menjaga sumber kehidupan tersebut. Jika terdapat cara pengelolaan lahan yang lebih aman, masyarakat diharapkan dapat mulai menerapkannya.
Sementara itu ia juga berharap gereja dapat mengambil peran sebagai pusat edukasi dan penggerak kepedulian lingkungan. Sehingga, menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan saat terjadi kebakaran, tetapi menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
