TABALONG – Menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Kesehatan menyediakan layanan oksigen gratis bagi masyarakat.
Layanan tersebut tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan dan dapat dimanfaatkan masyarakat yang mengalami keluhan sesak napas maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Salah satu lokasi utama layanan oksigen gratis berada di Markas PSC Tabalong Smart 119. Layanan di PSC Tabalong Smart 119 tersedia selama 24 jam.
Selain PSC, layanan oksigen gratis selama 24 jam juga tersedia di tiga Puskesmas Perawatan, yakni Puskesmas Muara Uya, Puskesmas Haruai, dan Puskesmas Kelua.
Sementara itu, puskesmas lainnya di Kabupaten Tabalong tetap menyediakan layanan oksigen bagi masyarakat sesuai dengan jam operasional masing-masing fasilitas kesehatan.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tabalong, Budi Gunawan, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami keluhan sesak napas atau gangguan pernapasan, khususnya di tengah kondisi kabut asap.
“Di Tabalong ada tempat ruang oksigen. Apabila ada masyarakat yang merasa sesak, ada keluhan terkait kabut asap, silakan datang. Salah satunya di PSC Tabalong Smart 119 yang buka 24 jam. Kemudian di Puskesmas Perawatan Muara Uya, Puskesmas Haruai, dan Puskesmas Kelua juga buka 24 jam, sedangkan puskesmas lainnya buka sesuai jam kerja. Itu kami layani secara gratis,” ujar Budi.
Selain pemberian oksigen, petugas kesehatan juga dapat memberikan penanganan sesuai dengan kondisi pasien.
Salah satu tindakan yang dapat diberikan adalah nebulisasi atau terapi menggunakan alat nebulizer, apabila memang dibutuhkan berdasarkan hasil penilaian petugas kesehatan.
Budi mengatakan, layanan tersebut diberikan untuk memastikan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
Dinas Kesehatan Tabalong juga memastikan ketersediaan oksigen saat ini masih mencukupi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut didukung dengan keberadaan oxygen concentrator yang dimiliki Dinas Kesehatan Tabalong. Alat tersebut dapat menghasilkan oksigen dengan memanfaatkan tenaga listrik.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong.
