TABALONG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sejak Juli hingga September 2026, hampir 6.000 kasus ISPA tercatat di puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Tabalong. Jumlah kasus terbanyak ditemukan di wilayah Tabalong bagian selatan.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tabalong, Budi Gunawan, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat sejak Juli dan terus dipantau hingga September.
Menurutnya, berdasarkan pemantauan secara mingguan, kasus ISPA mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dari Juli hingga September.
“Untuk tren peningkatan kasus ISPA terkait dampak dari kabut asap itu memang kalau kita lihat secara mingguan, dari minggu ke-27 di bulan Juli sampai kita ke September terjadi peningkatan hampir dua kali lipat kasus. Kasus yang di bulan Juli melonjak dua kali lipat di bulan September,” ujar Budi Gunawan.
Ia menjelaskan, peningkatan kasus mulai terlihat pada Agustus. Kondisi tersebut kemudian terus dipantau seiring dengan perkembangan karhutla di wilayah Tabalong.
Adapun gejala ISPA yang banyak ditemukan di masyarakat antara lain batuk dan pilek.
Pengelola Program ISPA Dinas Kesehatan Tabalong, Susan, mengatakan data kasus ISPA terus dihimpun dari puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Tabalong. Data tersebut diperbarui setiap hari berdasarkan hasil kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan.
“Kalau data itu kita update per hari, kita memberikan laporan dari puskesmas-puskesmas terkait dari hasil kunjungan mereka ke puskesmas. Jadi kita menjaring dari kunjungan puskesmas berapa yang terdampaknya. Laporannya per hari kita tulis dan itu terkoneksi ke pusat,” jelas Susan.
Data yang dihimpun tersebut selanjutnya terhubung dengan sistem pemantauan di tingkat provinsi hingga pusat. Dengan demikian, perkembangan dampak karhutla terhadap kondisi kesehatan masyarakat dapat terus dipantau.
Ditengah peningkatan kasus ISPA dan kondisi kabut asap, Dinas Kesehatan Tabalong mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri, terutama kelompok rentan.
Masyarakat yang mengalami gejala ISPA, terlebih jika keluhan berlangsung atau semakin berat, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Tabalong juga telah menyiapkan ruang oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan serta Markas PSC Tabalong sebagai bagian dari upaya memberikan layanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan jam operasional fasilitas kesehatan masing-masing.
MUHAMMAD ARIADI / TV TABALONG / MELAPORKAN//
