TABALONG – Kelompok Tani Padaringan III, Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, berharap mendapat bantuan mesin pemanen padi atau combine harvester untuk mendukung proses panen di lahan pertanian mereka.
Penggunaan mesin tersebut dinilai dapat mempercepat proses pemanenan sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja serta menekan biaya operasional yang harus dikeluarkan petani.
Panen raya padi di lahan Kelompok Tani Padaringan III, Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai, yang dilaksanakan pada Rabu (23/9/2026), menghasilkan produksi gabah kering panen (GKP) yang diperkirakan mencapai 155 ton.
Produksi tersebut berasal dari lahan seluas 25 hektare dengan produktivitas sekitar 6,2 ton GKP per hektare.
Namun, di balik hasil produksi yang cukup besar tersebut, petani masih menghadapi kendala dalam proses pemanenan.
Ketua Kelompok Tani Padaringan III, Majidi, mengungkapkan proses panen padi saat ini masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan tenaga buruh dan anggota kelompok tani.
Untuk memanen satu hektare lahan, dibutuhkan sekitar 10 orang tenaga buruh dengan waktu penyelesaian mencapai empat hari.
Kondisi tersebut dinilai kurang efisien, terutama ketika petani harus menyelesaikan panen di lahan yang cukup luas.
“Harapannya mudah-mudahan dari Dinas Pertanian bisa memfasilitasi kita combine. Kemarin memang ada dari brigade, cuma tidak mencukupi untuk ke sini karena jauh,” ujar Majidi.
Menurut Majidi, penggunaan combine harvester dapat memangkas waktu pemanenan secara signifikan.
Jika dilakukan secara manual, proses panen satu hektare membutuhkan waktu hingga empat hari. Sementara dengan menggunakan combine harvester, proses tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari.
Selain mempercepat proses panen, penggunaan mesin juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan tenaga buruh serta menekan biaya dan waktu yang dikeluarkan petani.
Majidi menambahkan, saat ini mesin combine harvester telah tersedia di wilayah utara Kabupaten Tabalong.
Namun, jarak lahan yang cukup jauh serta antrean penggunaan mesin membuat petani di Desa Lok Batu belum dapat memanfaatkannya secara optimal.
Karena itu, kelompok tani berharap adanya dukungan berupa fasilitasi mesin pemanen agar proses panen di lahan seluas 25 hektare dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Maria Ulfah – TV Tabalong
