Menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang pemadaman listrik bergilir, Pemerintah Kabupaten Tabalong berencana akan melakukan diskusi langsung dengan pihak PLN. Hal ini dinilai penting dilakukan, mengingat pemadaman listrik berdampak ke banyak masyarakat hingga pelaku usaha.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani, saat memberikan sambutan pada kegiatan Focus Group Discussion yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kesbangpol Tabalong, pada Senin, 27 Juli 2026.
Bupati Noor Rifani mengungkapkan, dari hasil diskusi yang dilakukan bersama dengan berbagai elemen masyarakat, disampaikan keluhan terkait dengan pemadaman listrik bergilir yang mulai kembali dilakukan beberapa waktu terakhir. Sehingga berdampak pada berbagai hal, mulai dari terhambatnya ketersediaan air bersih hingga kerugian yang dialami sejumlah pelaku usaha akibat pemadaman listrik.
Karenanya baik dari eksekutif maupun legislatif, akan menindaklanjuti dengan melakukan rapat dengar pendapat kepada PLN. Rapat akan digelar untuk menanyakan terkait kendala hingga waktu pemberlakuan pemadaman listrik bergilir.
“Nah tentu ini akan jadi atensi kami ya karena ini kewenangannya di PLN dengan lampu ini kita mungkin nanti pak ketua DPR akan meminta RDP rapat dengar pendapat dan mungkin kita akan mengutus orang untuk mendengarkan apa sih sebabnya mati lampu, apakah ini lama atau bagaimana, nah karena ini kita dampak dari mati lampu ini banyak akhirnya kan berimbas pada air bersih kita karena kan dia memproduksi air bersih ini menggunakan listrik belum lagi kegiatan kegiatan masyarakat ataupun pemerintah,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Bupati Noor Rifani pun berharap pemadaman listrik ini tidak berlarut-larut, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa harus waswas dengan pemadaman bergilir.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
