Pelaksanaan pembelajaran berbasis digital di Madrasah Ibtidaiyah Sa’adatuddarain Lok Batu, Kecamatan Haruai, masih belum berjalan optimal. Penyebabnya, sekolah yang berada di wilayah blank spot ini masih menghadapi keterbatasan akses internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan bagi MI Sa’adatuddarain Lok Batu. Hingga saat ini, sekolah masih mengandalkan layanan internet dari penyedia pihak ketiga yang disambungkan melalui pemancar dan dibiayai secara mandiri oleh sekolah.
Kepala MI Sa’adatuddarain Lok Batu, Erma Yusi, menjelaskan kecepatan internet yang tersedia belum memadai, terutama untuk mengirim data sekolah serta mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik berbasis komputer dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer. Untuk mengurangi gangguan jaringan, pelaksanaan ujian terpaksa dibagi menjadi beberapa sesi agar koneksi lebih stabil.
“Jadi seperti TKA, Tes Kemampuan Akademik itu berbasis komputer dan juga ANBK berbasis online. Karena masalah jaringan yang kurang mendukung, memang ada jaringan pihak ketiga, tetapi jaringannya juga kurang mendukung. Jadi dalam hal ini kami membuat beberapa sesi supaya jaringannya lebih stabil, karena kalau dijadikan satu sesi maka lebih banyak yang keluar daripada yang masuk. Untuk di tempat kami itu sulit sekali,” ujar Erma Yusi, Kepala MI Sa’adatuddarain Lok Batu.
Kondisi ini juga dibenarkan Kepala Desa Lok Batu, Iberahim. Menurutnya, dari lima RT yang ada, tiga di antaranya masih berstatus blank spot dan belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Sementara dua RT lainnya hanya memanfaatkan sinyal dari desa tetangga.
“Mengenai wifi ini memang benar apa yang dikatakan Kepala Sekolah MI Sa’adatuddarain tadi. Saat ini di sini menggunakan wifi dari Agus Ponsel yang ada di Masingai Dua dan tentunya juga berbayar. Harapan kami, karena jangkauan jaringan wifi ini sangat terbatas, seandainya bisa dibangun jaringan seperti tower. Sebab di Desa Lok Batu ini masih ada tiga RT yang blank spot. Jadi, Desa Lok Batu terdiri dari lima RT, di mana RT 1, RT 2, dan RT 3 termasuk blank spot alias tidak ada jaringannya. Sementara RT 4 dan RT 5 terbantu oleh jangkauan jaringan yang ada di Desa Masingai Dua,” ujar Iberahim, Kepala Desa Lok Batu.
Pihak sekolah dan pemerintah desa berharap ada dukungan dari instansi terkait untuk membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi. Dengan akses internet yang lebih baik, pembelajaran berbasis digital di MI Sa’adatuddarain Lok Batu diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi para siswa.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
