Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah atau IKM di Kabupaten Tabalong terus menunjukkan tren positif. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah IKM di Tabalong tercatat tumbuh secara konsisten sekitar 2 persen setiap tahun. Kondisi ini menjadi salah satu indikator menguatnya ekonomi kerakyatan di daerah.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan atau DKUPP Tabalong mencatat, hingga saat ini terdapat 8.642 Industri Kecil Menengah yang terdaftar di Kabupaten Tabalong. Kepala Bidang Industri DKUPP Tabalong, Riskanada, menyampaikan jumlah tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan yang stabil ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang berani mengembangkan usaha dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Dari berbagai jenis usaha yang berkembang, sektor olahan pangan menjadi yang paling dominan hingga mencapai 50,5 persen. Produk seperti keripik, kerupuk, dan aneka makanan ringan menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan IKM di Tabalong. Sektor kuliner siap saji 20,6 persen, jasa 7,5 persen, dan usaha minuman juga turut memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri kecil dan menengah di daerah sebesar 5,3 persen.
“Alhamdulillah setiap tahunnya ada penambahan jumlah IKM. Jadi di Kabupaten Tabalong itu tercatat sebanyak 8.642 IKM, di mana dari tiga tahun terakhir ini pertumbuhannya konsisten stabil di 2 persen. Kalau yang paling menonjol di sektor olahan pangan, seperti pembuatan keripik, kemudian kerupuk dan sejenisnya,” ujar Riskanada, Kepala Bidang Industri DKUPP Tabalong.
Menurut Riskanada, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan IKM adalah semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital. Melalui media sosial dan platform pemasaran online, pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang lebih efisien.
Selain itu, dukungan pemerintah melalui program permodalan juga menjadi penyokong pertumbuhan usaha. Di antaranya melalui Program Kredit Tabalong Smart dengan bunga nol persen dan berbagai bantuan usaha ekonomi produktif bagi masyarakat.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
