Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong kembali menyelenggarakan Pustaka Bisa atau Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dengan menggelar pelatihan budidaya jamur tiram. Selain menambah skill para ibu, kegiatan ini juga selaras dengan visi misi Pemkab Tabalong dalam mencetak 15 ribu tenaga terampil.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong menggelar pelatihan budidaya jamur tiram melalui program kegiatan Pustaka Bisa atau Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dilaksanakan di Desa Bahungin, Kecamatan Kelua, pada 11 Mei 2026.
Dalam kesempatan ini para peserta diajarkan berbagai tahapan dalam budidaya jamur tiram, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan media tanam, hingga perawatan jamur tiram sehari-hari.
Kegiatan ini pun disambut baik oleh Kepala Desa Bahungin, Muhammad Nasib. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya beruntung karena Desa Bahungin menjadi salah satu desa yang menjadi sasaran program inklusi sosial.
“luar biasa dan kami mengapresiasi kegiatan ini yang diminta dan ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam hal ini oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan daerah di desa kami, karena mendapatkan jatah untuk pelatihan pembuatan jamur tiram,” ujar Muhammad Nasib, Kepala Desa Bahungin.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispersip Tabalong, Yumilda Triningsih, mengatakan selain untuk mendorong peningkatan skill dan kemampuan ibu-ibu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari dukungan pihaknya pada program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong dalam mencetak 15 ribu tenaga terampil.
“Harapannya tentu saja kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada ibu-ibu, para remaja di sini, karena potensi yang besar dan ini juga merupakan salah satu program dari Dinas Perpustakaan yang mendukung program dari Bapak Bupati, yaitu memberikan atau menciptakan tenaga kerja yang terampil,” ujar Yumilda Triningsih, Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca.
Yumilda menambahkan bahwa pelatihan budidaya jamur sendiri merupakan usulan dari desa. Pelatihan ini dinilai potensial untuk dikembangkan karena bahan baku utamanya mudah untuk didapatkan.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
