Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, tiga jemaah haji asal Tabalong kloter 03 Banjarmasin terpaksa gagal berangkat karena faktor kesehatan. Pembatalan dilakukan beberapa jam sebelum penerbangan.
Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan melepas keberangkatan jemaah haji asal Tabalong yang tergabung dalam kloter 03 Banjarmasin pada Senin sore, 27 April 2026. Pelepasan digelar di Asrama Haji untuk selanjutnya menuju Bandara Syamsudin Noor.
Namun, dari total 360 jemaah dan petugas yang direncanakan berangkat, hanya 356 orang yang akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci. Hal ini disebabkan dua jemaah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan akibat sakit menjelang penerbangan. Keduanya terpaksa menunda keberangkatan, termasuk satu orang pendamping yang turut membatalkan perjalanan.
“Yang diberangkatkan dari Tabalong kemarin 355 jemaah, namun dari hasil pemeriksaan di embarkasi ada dua jemaah yang dinyatakan tidak layak diberangkatkan, sehingga total yang tidak berangkat di kloter BDJ 03 ini ada tiga orang. Dua orang tidak memenuhi syarat kesehatan dan satu pendamping. Berdasarkan koordinasi dengan dokter di embarkasi, jemaah tersebut ditunda terlebih dahulu dan kemungkinan akan diberangkatkan pada kloter berikutnya, menunggu hasil pemantauan tim kesehatan,” ungkap Nabhan Fansuri, Kepala Kemenhaj Tabalong.
Keputusan pembatalan ini diambil menjelang waktu penerbangan, sehingga petugas tidak sempat mencari pengganti jemaah dari daerah lain untuk mengisi kuota yang kosong. Pihak Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan menyebut kondisi kesehatan menjadi faktor krusial dalam menentukan kelayakan jemaah untuk berangkat.
“Kendalanya lebih banyak pada kesehatan, seperti saturasi yang rendah dan ada yang harus dirujuk serta dirawat di rumah sakit. Untuk pengganti, biasanya kami mencari dari kabupaten terdekat agar penerbangan tetap penuh. Namun hari ini tidak bisa dilakukan karena keputusan diambil di detik terakhir dan telah disetujui oleh jemaah,” jelas Eddy Khairani Z., Kepala Kemenhaj Provinsi Kalimantan Selatan.
Meski demikian, ratusan jemaah lainnya tetap diberangkatkan sesuai jadwal menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Syamsudin Noor pada pukul 21.05 WITA. Jemaah pun diimbau untuk terus menjaga kondisi fisik, mengingat ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik yang baik.
Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Tim Liputan TV Tabalong melaporkan.
