Upaya gencar vaksinasi ternak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabalong membuahkan hasil positif. Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Tabalong tercatat bebas dari paparan Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Keberhasilan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus menjamin ketersediaan pangan di daerah.
Selama tahun 2025, tidak tercatat satu pun kasus PMK pada hewan ternak di Kabupaten Tabalong. Kondisi ini tidak lepas dari berbagai langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah, salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi PMK secara masif dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kabupaten Tabalong, dokter hewan Suwandi, menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025 tidak ditemukan kasus PMK di Tabalong. Menurutnya, keberhasilan ini didukung oleh semakin gencarnya petugas di lapangan dalam melakukan langkah-langkah pencegahan.
Upaya pencegahan tersebut difokuskan terutama pada ternak yang didatangkan dari luar Kabupaten Tabalong. Hal ini dilakukan karena kebutuhan daging di Tabalong masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari produksi ternak lokal.
“Memang tidak dipungkiri bahwa Kabupaten Tabalong memerlukan daging dalam jumlah yang cukup besar dan kita belum sepenuhnya mandiri dalam penyediaan ternak sapi maupun kerbau. Oleh sebab itu, banyak ternak yang didatangkan dari luar daerah. Ternak dari luar inilah yang biasanya berpotensi membawa PMK. Namun demikian, begitu datang langsung kita lakukan upaya pencegahan, kita karantina, kita berikan multivitamin, antibiotik, serta vaksinasi. Insyaallah dalam waktu kurang lebih 15 hari ternak tersebut sudah dalam kondisi baik,” ujar drh. Suwandi.
Suwandi juga menjelaskan, capaian vaksinasi PMK sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup baik. Vaksin PMK yang bersumber dari pengadaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 1.500 dosis telah digunakan 100 persen. Sementara itu, vaksin PMK yang bersumber dari APBD Kabupaten Tabalong telah terealisasi sebanyak 1.417 dosis dari total 2.850 dosis yang tersedia.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong optimistis kondisi bebas PMK dapat terus dipertahankan melalui pengawasan ketat, vaksinasi berkelanjutan, serta kerja sama yang baik antara petugas lapangan dan para pelaku usaha peternakan.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
