Home Pemerintahan 41,9% Warga Tabalong Masuk Desil 1–5, BPS: Ini Bukan Label Kaya atau Miskin

41,9% Warga Tabalong Masuk Desil 1–5, BPS: Ini Bukan Label Kaya atau Miskin

by iin hendriyani

TABALONG – Badan Pusat Statistik atau BPS Tabalong menegaskan, desil bukanlah label yang secara langsung menentukan masyarakat kaya atau miskin. Ini menyusul adanya perbedaan persepsi soal penentuan desil di tengah masyarakat.

Kepala BPS Tabalong, Husnalia menjelaskan, desil merupakan pembagian masyarakat menjadi sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif.

Desil satu hingga lima menjadi kelompok yang menjadi sasaran berbagai program bantuan sosial, sedangkan desil enam hingga sepuluh memiliki tingkat kesejahteraan relatif lebih tinggi.

Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN, tidak hanya berdasarkan pendapatan. Terdapat sekitar 39 hingga 40 variabel yang dipertimbangkan, mulai dari kependudukan, pekerjaan, kesehatan, pendidikan, kondisi rumah, kepemilikan aset, hingga pengeluaran.

Karena menggunakan berbagai indikator, masyarakat berpendapatan rendah tidak otomatis masuk desil satu, begitu pula masyarakat berpendapatan tinggi tidak otomatis berada di desil sepuluh.

“Kadang beritanya urutan berdasarkan pendapatan padahal tidak, jadi variabel tadi banyak, makanya ada ditanyakan terkait data kependudukan, NIK-nya berapa, nomor KK-nya berapa karena dia akan memadatkan data-data tadi dengan data yang lainnya, juga ditanyakan tentang pendidikan, kemudian apakah ada disabilitas di rumah, dia mempengaruhi juga itu, kemudian ada berbicara tentang kesehatan, apakah memiliki keluhan kesehatan seperti hipertensi, kolesterol, dan lain-lain, kemudian tentang perumahan, jadi apakah rumah milik sendiri, apakah sewa, kemudian kondisi rumah apakah baik atau rusak, kemudian variabel pendapatan dan pengeluaran, pengeluaran rumah tangga untuk makan berapa, non makanan berapa, juga ditanyakan terkait aset,” tutur Husnalia, Kepala BPS Tabalong.

BPS juga mengakui masih ada kemungkinan kesalahan dalam pengelompokan data, baik masyarakat yang seharusnya masuk desil enam hingga sepuluh namun masuk desil satu hingga lima, maupun sebaliknya.

Diketahui BPS Tabalong mencatat 41,90 persen masyarakat Tabalong berada pada desil satu hingga lima, sementara 51,13 persen lainnya berada pada desil enam hingga sepuluh.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment