TABALONG — Adaro Spectapreneur 2026 resmi dimulai di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Pembataan, Kamis 8 Oktober 2026. Program ini menghadirkan pendampingan usaha bagi 105 peserta baru, sekaligus mendorong UMKM berkembang dan naik kelas.
Panitia pelaksana sekaligus mentor Adaro Spectapreneur, Adam Syamsuddin Noor menjelaskan, program ini meliputi pendampingan usaha, lomba inovasi, fasilitasi perizinan, hingga expo atau bazar.
Melalui Adaro Spectaschool, peserta mendapatkan pendampingan mengenai pengelolaan keuangan, pemasaran, dan manajemen usaha. Peserta baru difokuskan pada penguatan dasar usaha dan legalitas, termasuk Nomor Induk Berusaha atau NIB.
Sedangkan alumni mendapatkan program UMKM naik kelas, melalui fasilitasi perizinan dan sertifikasi, seperti BPOM dan sertifikasi halal.
Tahun ini, sebanyak 105 peserta baru mengikuti program, dengan dukungan sekitar 50 alumni.
Pendampingan Adaro Spectaschool dapat berlangsung hingga delapan bulan, sementara lomba inovasi dan bazar menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
“Sasaran kita untuk pengembangan pasti yang alumni, kalau untuk yang memunculkan wirausaha baru itu pasti yang baru, karena memang ada target, bukan hanya pemerintah sendiri, dari PT Adaro juga punya target untuk menumbuhkan wirausaha baru, untuk yang sudah alumni itu nanti ada namanya program UMKM naik kelas, materinya otomatis tidak sama dengan UMKM yang baru, kalau yang baru pasti legalitas, seperti NIB seumpamanya, kalau yang lama pasti akan difasilitasi berupa seperti BPOM, halal reguler,” ujar Adam Syamsuddin Noor, Panitia Pelaksana.
Manfaat pendampingan dirasakan Ledy Sagita, salah satu pelaku UMKM binaan Adaro sejak 2022. Ia mengaku pendampingan membantu perkembangan usahanya, mulai dari tempat produksi, pengenalan produk, hingga pendapatan.
“Dampaknya setelah pendampingan alhamdulillah rumah produksi kami menjadi layak produksi seperti UMKM yang lain, yang kedua produk kami menjadi lebih terkenal, karena kadang dibawa oleh Adaro ke mana-mana, kalau mitra biasanya dibawa ke beberapa daerah, jadi dikenal di sana, alhamdulillah untuk penghasilan meningkat,” tutur Ledy Sagita, Pelaku UMKM.
Melalui Adaro Spectapreneur 2026, peserta baru diharapkan mampu membangun usaha yang kuat, sementara alumni didorong terus berinovasi dan meningkatkan daya saing usaha.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.
