Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Komisi Dua DPRD Tabalong meninjau Pasar Kapar untuk memantau progres pengerjaan rehabilitasi pada 7 Januari 2026. Peninjauan menyasar sejumlah titik pekerjaan yang banyak mendapat keluhan, seperti los pedagang basah serta bagian depan pasar yang dinilai belum menunjukkan penyelesaian signifikan.
Dari tinjauan ini, Komisi Dua DPRD Tabalong mencatat sejumlah permasalahan yang dinilai perlu dibenahi. Salah satunya kondisi los pasar ikan yang dinilai masih kumuh dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung.
Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Winarto, mengungkapkan pihaknya menerima keluhan terkait bau menyengat di area los pasar ikan. Bau tersebut diduga berasal dari saluran pembuangan yang mengalami endapan sehingga aliran air tidak berjalan lancar.
DPRD juga menyoroti belum rampungnya bak kontrol Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL, yang mengakibatkan genangan air dan menimbulkan aroma tidak sedap. Ia meminta pihak pelaksana dan pengelola pasar segera melakukan pembersihan, terlebih hidran air belum dapat difungsikan secara optimal.
Selain itu, Komisi II DPRD juga menemukan adanya retakan pada beberapa titik pengaspalan jalan di kawasan pasar, meski pekerjaan tersebut tergolong baru selesai. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan pengguna pasar, termasuk pada area kantong parkir dan jalur satu arah di sekitar pasar.
“Kalau sampai dalam waktu 20 hari ini kami ingatkan tidak selesai, maka selain menanggung kerugian, ada hal-hal lain yang akan kami lakukan. Karena sejak kami temukan tadi, khususnya di los pasar dan juga penambahan renovasi baru di depan Pasar Kapar ini, masih belum terlihat langkah penyelesaian yang signifikan. Beberapa hal yang kami sarankan, termasuk drainase serta akses jalan keluar masuk, harus benar-benar memberikan kenyamanan bagi para pengunjung sehingga menjadi perhatian dalam kegiatan ini,” kata Winarto, Ketua Komisi II DPRD Tabalong.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Sarana Perdagangan DKUPP Tabalong, Eko Fiftadi, mengakui pihaknya menerima banyak masukan dan arahan dari Komisi II DPRD. Ia memastikan perbaikan saluran air di los pasar ikan akan segera dilakukan guna mengatasi permasalahan bau.
DKUPP juga berencana menambah jumlah petugas kebersihan pasar untuk memastikan kebersihan pasar tidak hanya dilakukan sebelum dan sesudah hari pasar, tetapi juga saat aktivitas jual beli sedang berlangsung.
“Memang yang sekarang menjadi masalah karena salurannya terlalu rendah dan tidak mengalir, kemudian IPAL masih belum berfungsi dengan baik. Kami berharap penyedia dapat memperbaikinya sehingga permasalahan bau dan kebersihan dapat segera teratasi,” ujar Eko Fiftadi, Kepala Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan DKUPP Tabalong.
Selain Pasar Kapar, dalam agenda peninjauan tersebut, Komisi II DPRD Tabalong juga menyambangi Pasar Batuah Tanjung dan Pasar Kelua untuk melihat kondisi sarana perdagangan di wilayah lainnya.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
