Ketergantungan Kabupaten Tabalong terhadap pasokan bawang merah dari luar daerah masih menjadi tantangan. Untuk mendorong kemandirian pangan, Pemerintah Kabupaten Tabalong kembali melanjutkan pendampingan budidaya bawang merah tanam biji pada tahun 2026, sebagai upaya memperkuat produksi lokal yang lebih tahan penyakit dan adaptif terhadap musim hujan.
Hingga saat ini, Tabalong belum sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan bawang merah. Sebagian besar pasokan masih didatangkan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan budidaya bawang merah di tingkat lokal.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melanjutkan program pendampingan budidaya bawang merah tanam biji yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kabupaten Tabalong. Metode tanam biji diprioritaskan karena dinilai lebih tahan terhadap penyakit dan kondisi musim hujan, serta memiliki produktivitas antara tujuh hingga sepuluh ton per hektare.
Meski luas tanam masih terbatas, pemerintah daerah terus melakukan pembinaan terhadap kelompok tani yang telah berjalan. Pada tahun ini, belum terdapat alokasi anggaran dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk pengembangan bawang merah tanam biji. Namun, program tersebut telah masuk dalam tahap pengusulan. Sementara itu, petani memanfaatkan sumber daya yang ada dari bantuan sebelumnya, serta menyisihkan hasil panen untuk digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya.
“Nah, sumber dana yang biasanya masuk ke kelompok tani itu utamanya dari APBD Provinsi. Dari Pemprov Kalsel setiap tahun biasanya ada alokasi pengembangan bawang merah ke Tabalong. Untuk tahun ini alokasi itu tidak ada, jadi strategi kami adalah mengoptimalkan petani-petani yang sudah kita bina. Memang tidak maksimal karena tidak ada bantuan seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi kami berupaya membina lagi dan mengidentifikasi kelompok tani yang sudah bisa mandiri benih, paling tidak untuk bawang merah,” ujar Sri Astuti, Analis Pasar Hasil Pertanian DKPPP Tabalong.
Astuti juga menyebutkan bahwa Kabupaten Tabalong termasuk daerah yang berhasil membudidayakan bawang merah dari tanam biji. Namun demikian, luas tanam yang ada masih dinilai belum mencukupi. Saat ini, terdapat lima kelompok tani di Kecamatan Muara Uya, Banua Lawas, dan Pugaan yang masih aktif mengembangkan bawang merah tanam biji.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus melakukan pendampingan serta penguatan kelembagaan petani sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan produksi dan mendorong kemandirian pangan daerah.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
