Yayasan Taman Mutiara Indonesia melalui Pusat Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (PLABK) Rumah Semut menggelar kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Tujuannya agar siswa mengenal adanya tempat pendidikan dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus, sekaligus mengenalkan profesi yang berhubungan dengan kegiatan terapi.
Sosialisasi yang dikemas melalui program “Rumah Semut Go To School” ini digelar di SMKN 1 Haruai pada 22 Agustus 2025. Selain memeriahkan HUT RI ke-80, kegiatan ini juga mengenalkan layanan terapi anak berkebutuhan khusus yang ada di Tabalong, serta membuka wawasan siswa tentang peluang kerja sebagai terapis.
Di kesempatan ini, Kepala PLABK Rumah Semut, Mahdaniah, menjelaskan bahwa Tabalong masih kekurangan tenaga profesional di bidang terapi, baik terapi okupasi, fisioterapi, terapi perilaku, maupun floortime. Karena itu, Yayasan Taman Mutiara Indonesia memberikan dukungan berupa beasiswa pendidikan bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliah sesuai kebutuhan terapi anak berkebutuhan khusus.
“Di sini juga kami mempromosikan bahwa setiap pegawai atau karyawan di Yayasan Taman Mutiara Indonesia direkomendasikan untuk kuliah dan disupport biaya pendidikan tersebut, atau biaya siswa yang sesuai jurusan oleh Yayasan Taman Mutiara Indonesia, yang pastinya untuk keterapian.” ujar Mahdaniah, Terapis Okupasi, Kepala PLABK Rumah Semut Yayasan Taman Mutiara Indonesia.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Haruai, Rudiyanto, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini bermanfaat untuk membentuk karakter siswa sekaligus memotivasi mereka agar mau menjadi terapis ABK. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, siswa semakin memahami dan menghargai anak berkebutuhan khusus sehingga terhindar dari perilaku perundungan.
“Harapannya anak-anak lebih memahami, lebih tahu apa arti dari siswa atau anak berkebutuhan khusus itu. Jadi ke depannya dapat mengenal yang berkebutuhan khusus seperti ini. Ke depannya dalam kegiatan sekolah dapat memahami sikap, perilaku anak yang berkebutuhan khusus, sehingga dalam pelaksanaan belajar tidak ada sikap atau rasa ingin membuli terhadap siswa yang berkebutuhan khusus.” ujar Rudiyanto, Kepala SMKN 1 Haruai.
Untuk memeriahkan acara, Rumah Semut juga menggelar berbagai lomba seperti cerdas cermat, estafet air, buntut naga, hingga lompat kelinci yang diikuti siswa dengan penuh antusias.
(Dano Nafarin/TV Tabalong)