Rumah Sakit Umum Daerah Haji Badaruddin Kasim kembali menganggarkan Program Bantuan Pendamping Pasien pada tahun 2026. Program ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya keluarga pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Program Bantuan Pendamping Pasien di RSUD Haji Badaruddin Kasim telah berjalan sejak Juli 2025. Hingga 24 Desember 2025, tercatat sebanyak dua ribu enam ratus enam puluh lima pendamping pasien telah menerima manfaat dari program ini, dengan total anggaran terserap lebih dari satu miliar rupiah.
Melihat tingginya kebutuhan serta besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat, manajemen RSUD Haji Badaruddin Kasim kembali mengalokasikan anggaran yang lebih besar pada tahun 2026. Direktur RSUD Haji Badaruddin Kasim, Setyawan, menyebutkan anggaran Bantuan Pendamping Pasien tahun depan meningkat signifikan menjadi sebesar tiga miliar tujuh ratus juta rupiah.
“Untuk tahun 2026 kami menganggarkan sebesar 3,7 miliar rupiah. Harapannya anggaran ini dapat mencukupi kebutuhan biaya pendamping pasien, terutama jika terjadi lonjakan jumlah pasien. Namun tentu kita berharap masyarakat tetap sehat, dan bantuan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Setyawan, Direktur RSUD Haji Badaruddin Kasim.
Program Bantuan Pendamping Pasien ini merupakan salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong. Sasaran program adalah pendamping pasien peserta BPJS Kesehatan kelas tiga. Bantuan diberikan sebesar seratus ribu rupiah per orang per hari, dengan durasi maksimal lima hari atau total lima ratus ribu rupiah untuk setiap pendamping pasien.
Maria Ulfah
TV Tabalong – Melaporkan
