Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tabalong menegaskan pentingnya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak remaja hingga seribu hari pertama kehidupan. Pasalnya, permasalahan stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, tetapi berpengaruh besar pada kualitas SDM dan masa depannya.
Hal ini ditegaskan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tabalong, Desy Suryanti, dalam sambutannya pada kegiatan Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas yang digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi.
Menurut Desy, stunting merupakan persoalan serius yang berdampak pada kecerdasan, kesehatan, produktivitas, serta kualitas generasi muda di masa mendatang. Sehingga upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara sebagian, melainkan harus terintegrasi dan berkelanjutan.
Desy Suryanti juga menekankan pentingnya edukasi remaja, khususnya remaja putri, agar memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang pola hidup sehat serta kesiapan sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehamilan. Oleh karena itu, di kesempatan ini ia mengapresiasi DWP Kalsel atas inisiasi dan kolaborasi bersama DWP Kabupaten Tabalong dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
“Melalui Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas ini, saya berharap para remaja, khususnya remaja putri, dapat memiliki pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat, sehingga kelak menjadi ibu yang sehat dan melahirkan generasi yang unggul. Peran kader, penyuluh, DWP, dan organisasi perempuan lainnya serta seluruh pemangku kepentingan sangatlah penting dalam mendampingi keluarga berisiko stunting. Oleh karena itu, sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama harus terus kita perkuat demi terwujudnya Kabupaten Tabalong yang bebas stunting,” ujar Desy Suryanti, Penasihat DWP Tabalong.
Melalui gerakan ini, Desy Suryanti juga berharap Dharma Wanita Persatuan Tabalong semakin aktif dan berkontribusi nyata dalam mendukung program percepatan penurunan stunting demi menciptakan Tabalong yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
