Arus mudik di Kabupaten Tabalong terpantau lancar pada Hari Lebaran, 21 Maret 2026. Berdasarkan keterangan petugas, tidak terjadi kemacetan maupun gangguan lalu lintas yang berarti. Sementara itu, pemudik juga mulai memanfaatkan fasilitas masjid ramah pemudik untuk beristirahat selama perjalanan.
Pantauan di Pos Pengamanan Simpang Tiga Guru Danau menunjukkan arus lalu lintas dari arah Kalimantan Timur maupun sebaliknya berjalan lancar. Kendaraan melintas tanpa hambatan berarti dan hanya sebagian pemudik yang berhenti untuk menanyakan arah atau sekadar beristirahat.
Operasi Ketupat Intan 2026 sendiri digelar selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret, dengan melibatkan sebanyak 460 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Operasi ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik serta menekan angka kriminalitas.
Perwira Pengendali Pospam Simpang Tiga Guru Danau, Ipda Aris Sufariyadi, memperkirakan puncak arus balik akan terjadi usai libur cuti bersama, terutama pada hari Selasa dan Rabu pekan depan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara, memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta memanfaatkan fasilitas istirahat yang telah disediakan di masjid, SPBU, maupun pos kepolisian.
“Kemungkinan nanti arus balik yang bakal ramai itu pada saat selesai libur cuti bersama, kemungkinan antara hari Selasa dan Rabu minggu depan. Itu yang biasanya ada lonjakan, karena orang masih memanfaatkan libur dan menumpuk pada hari itu. Kami juga mengimbau untuk berhati-hati dalam berkendara, kemudian kalau kondisi kurang fit silakan istirahat di rest area yang sudah disediakan, baik di masjid, pom bensin, ataupun kantor kepolisian, dan juga jangan lupa berdoa serta selalu cek kondisi kendaraan,” ujar Ipda Aris Sufariyadi, Perwira Pengendali Pospam Simpang Tiga Guru Danau.
Di lain sisi, salah satu titik yang banyak dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat adalah Masjid Besar Noor Tanta. Pengurus masjid, Hasbianor, menyebut pemudik sudah mulai datang sejak dua hari sebelum Hari Raya, dengan waktu kedatangan beragam, mulai sebelum tengah hari hingga sore. Mayoritas pemudik berasal dari Amuntai serta sebagian dari Kalimantan Timur.
“Dua hari sebelum hari raya itu ada yang singgah sini untuk istirahat dan salat atau tidur juga, kemarin juga ada yang sampai kehujanan. Yang singgah ini kebanyakan orang Amuntai. Biasanya sampai di sini yang banyak itu dari sebelum tengah hari sampai tengah hari, ada juga yang sampai di sini itu sore. Kalau yang jauh seperti dari Kaltim itu biasanya mendekati Asar singgah di sini,” ujar Hasbianor, Pengurus Masjid Besar Noor Tanta.
Hasbi menambahkan, pemudik yang melintasi jalur ini juga diarahkan menggunakan rute alternatif menuju Amuntai melalui Jalan Pulau Kuu dan Desa Lampihong, yang dinilai lebih lancar dan cepat, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit lebih singkat setelah perbaikan sejumlah ruas jalan oleh Pemerintah Tabalong.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
