Sejumlah agen perjalanan umrah di Tabalong tetap memberangkatkan jemaah meski situasi di kawasan Timur Tengah memanas. Perjalanan akan disesuaikan dengan rute dan maskapai yang dinilai aman. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan jemaah tanpa mengabaikan situasi keamanan.
Memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah tidak seketika menghentikan seluruh keberangkatan ibadah umrah. Sejumlah agen perjalanan umrah di Tabalong justru memilih menyesuaikan rute dan maskapai demi memastikan keamanan jemaah umrah tetap terjaga.
Pimpinan Kantor Agen Resmi PT Ma’ali Wilayah Tabalong, Ustadz Fahmi Anshari, menuturkan masih ada maskapai penerbangan yang dinyatakan aman dan mendapatkan izin operasional, di antaranya seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Saudia Airlines, serta Hainan Airlines.
Menurutnya, pembatasan lebih difokuskan pada penerbangan transit di wilayah yang terdampak langsung konflik, seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Bandara di kawasan ini dinilai terlalu dekat dengan zona konflik, sehingga perjalanan umrah dengan rute transit di wilayah tersebut disarankan untuk dibatalkan atau dijadwalkan ulang.
Ustadz Fahmi menambahkan, PT Ma’ali sendiri masih memberangkatkan jemaah menggunakan penerbangan langsung atau maskapai yang telah dinyatakan aman. Hingga awal Maret, keberangkatan dan kepulangan jemaah pun berjalan dengan lancar tanpa kendala.
“Kalau dari PT Ma’ali sendiri, alhamdulillah per tanggal 2 Maret kemarin sudah memberangkatkan beberapa rombongan jemaah. Bahkan hari ini pun ada keberangkatan juga. Tapi mereka menggunakan pesawat Garuda dan Saudia, dan alhamdulillah aman. Keberangkatan dan kepulangan menggunakan dua maskapai tersebut,” ujar Ustadz Fahmi Anshari, Pimpinan Kantor Agen Resmi PT Ma’ali Wilayah Tabalong.
Senada dengan Ustadz Fahmi, Pembimbing Ibadah PT Riyal Tunggal, Ustadz Ahmad Rizani Asmail, menjelaskan dampak yang paling terasa pada penerbangan non-direct yang harus transit di beberapa negara seperti Qatar dan Oman. Rute transit ini dinilai berisiko karena berada di jalur yang terdampak eskalasi konflik.
Ustadz Rizani menegaskan, untuk penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah menggunakan maskapai yang telah mendapatkan izin otoritas relatif lebih aman. Meski demikian, pihaknya tetap mengambil langkah untuk tidak memberangkatkan jemaah selama Ramadan hingga Syawal. Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan jemaah sekaligus mengantisipasi penumpukan jemaah jelang musim haji.
“Kami dari awal sudah membaca adanya kemungkinan tahun ini hal-hal yang tidak nyaman bagi jemaah dan tidak aman. Maka sejak terakhir kami, setelah Nisfu Sa’ban kemarin keberangkatan, kami menutup keberangkatan di bulan Ramadan juga Syawal. Karena ini kita berdoa semoga saja ini tidak terjadi sampai akhir Ramadan dan nanti Syawal sudah bisa clear, karena Syawal kita sangat mepet dengan waktu kegiatan untuk haji. Yang kami hati-hatikan adalah haji. Yang dikhawatirkan kematian haji itu sendiri andai kata terjadi penumpukan jemaah,” ujar Ustadz Ahmad Rizani Asmail, Pembimbing Ibadah PT Riyal Tunggal.
Ustadz Rizani pun berharap konflik yang terjadi segera mereda sehingga pelaksanaan ibadah umrah dapat kembali normal dan tidak mengganggu persiapan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan jemaah tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi global yang belum stabil.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
