Selain Pasar Kapar, Komisi Dua DPRD Tabalong juga melakukan peninjauan ke Pasar Bauntung Tanjung pada 7 Januari 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan antara Komisi II DPRD Tabalong dengan Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung yang telah berlangsung sekitar satu bulan lalu, terkait rencana penataan dan pemanfaatan area pasar.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong berencana merelokasi pedagang emas ke lantai dua Mal Bauntung. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari paguyuban pedagang dan akhirnya kembali dilakukan musyawarah ulang.
Dari hasil urun rembuk, Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung menyepakati sejumlah poin, salah satunya meminta agar lantai dua Mal Bauntung direnovasi secara menyeluruh. Renovasi tersebut diharapkan tanpa sekat-sekat los, sehingga ruang dapat dimanfaatkan lebih fleksibel untuk berbagai kegiatan sekaligus memudahkan pengawasan dari sisi keamanan.
Selain itu, paguyuban pedagang juga mengusulkan perbaikan fasilitas publik, seperti musala, serta penggantian instalasi listrik yang dinilai sudah tidak layak karena telah digunakan lebih dari dua puluh tahun. Para pedagang juga meminta agar pedagang makanan yang sementara ini berjualan di bagian depan pasar dapat dikembalikan ke lokasi semula di bagian belakang, guna menghidupkan kembali aktivitas pasar.
“Untuk pasar yang lantai dua itu dilakukan renovasi pembongkaran secara keseluruhan, dalam artian dibuat tanpa sekat-sekat los, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Fasilitas kebutuhan publik seperti musala dan tempat lainnya juga dapat disiapkan. Kemudian penataan ini dikembalikan seperti semula, bahwa pedagang makanan yang sebelumnya saat pembongkaran dipindahkan ke depan, dikembalikan lagi ke belakang. Mudah-mudahan dengan adanya rembuk ini, keputusan tersebut bisa berjalan dan pasar kembali hidup,” ujar Winarto, Ketua Komisi II DPRD Tabalong.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Sarana Perdagangan DKUPP Tabalong, Eko Fiftadi, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 memang direncanakan rehabilitasi Pasar Tanjung, termasuk bagian Mal Bauntung. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu yang meminta pemerintah daerah melakukan pembenahan pasar.
Ia menyebutkan terdapat 14 poin usulan yang disampaikan Paguyuban Pedagang Pasar Tanjung, dan seluruhnya telah disampaikan kepada konsultan perencana untuk dapat diakomodir dalam rencana rehabilitasi. DKUPP berharap pelaksanaan rehabilitasi nantinya dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan permasalahan, karena telah disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan para pedagang.
“Atas hasil rembukan dari pedagang, ada 14 poin yang mereka usulkan dan semuanya telah kami sampaikan kepada konsultan untuk diakomodir. Kami berharap dengan terakomodirnya seluruh usulan tersebut, pelaksanaannya nanti tidak ada permasalahan di lapangan dan dapat sesuai dengan keinginan para pedagang,” kata Eko Fiftadi, Kepala Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan DKUPP Tabalong.
Dari pantauan di lapangan, kondisi lantai dua Mal Bauntung Tanjung saat ini terpantau sepi. Hanya sekitar tiga hingga empat toko yang masih beroperasi, sementara puluhan toko lainnya tampak tutup.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
