Home Ekonomi Gas Melon Mahal karena Rantai Distribusi Panjang, Pengecer Akui Beli dari Tangan Kedua

Gas Melon Mahal karena Rantai Distribusi Panjang, Pengecer Akui Beli dari Tangan Kedua

by iin hendriyani

Sejumlah pengecer gas LPG 3 kilogram mengakui bahwa tingginya harga jual gas subsidi tersebut ke masyarakat lantaran gas yang didapat dari penjual lainnya sudah dengan harga tinggi, sehingga menyebabkan harga jual kepada masyarakat ikut meningkat.

Hal ini diungkapkan salah satu pengecer gas LPG 3 kilogram di Jalan Basuki Rahmat Tanjung, Mila. Ia menjelaskan, saat ini ia menjual gas bersubsidi tersebut ke masyarakat dengan harga Rp30.000 per tabung, lantaran ia membeli gas LPG 3 kilogram dari penjual sebelumnya sudah seharga Rp25.000.

“Biasanya pian menukar berapa di pangkalan? “Rp20.000, tapi dapat satu.”
Nah, kalau diantari orang, berapa pian mengambil? “Rp25.000.” Berapa pian menjualnya? “Rp30.000.”
Beberapa hari ini kosongkah stoknya, Bu? “Kada, ini normal. Dah semingguan ini normal, alhamdulillah normal.” ujar Mila, Pengecer.

Hal senada juga disampaikan Maulida, pengecer gas LPG 3 kilogram. Ia menjelaskan, untuk harga normalnya, biasanya gas LPG 3 kilogram ia jual di harga berkisar antara Rp30.000 sampai Rp35.000. Dan jika stok gas bersubsidi mulai langka, maka harga jual pun dapat semakin tinggi.

“Bilanya ngalih gas-nya, bisa bejual berapa?“Rp40.000, Rp45.000, Rp48.000.”  Masyarakat banyak ajakah yang mencari atau gimana, Mbak? “Banyak aja. Kadang itu, ke sini pokoknya harga berapa pun jadi. Kayak itu jer, abah ulun. Kalau barangnya kadada, kada kawa jua.” ujar Maulida, Pengecer.

Maulida menambahkan, meskipun LPG bersubsidi dijual dengan harga lumayan tinggi, namun banyak masyarakat tetap membeli gas LPG 3 kilogram sebagai bahan bakar untuk memasak.

(Nova Arianti/TV Tabalong)

You may also like

Leave a Comment