Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian atau DKPPP Tabalong memastikan program bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya modernisasi pertanian sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian DKPPP Tabalong kembali menyiapkan anggaran untuk bantuan alat dan mesin pertanian di APBD 2026. Bantuan akan diberikan berupa alsintan pra produksi maupun pasca produksi, di antaranya delapan unit rotary, sebelas unit alat bajak, sembilan unit power thresher, lima buah handsprayer, satu unit kendaraan roda tiga, serta 12 meter selang spiral dan 990 meter gabang.
Kepala DKPPP Tabalong, Fahrul Raji, menyampaikan bantuan alsintan pada tahun 2026 diberikan untuk memperkuat sektor pertanian modern. Skema penyaluran bantuan dilakukan secara kelompok kepada petani agar pemanfaatannya lebih maksimal dan terawasi.
Keberlanjutan program alsintan di tahun 2026 menjadi salah satu upaya modernisasi pertanian secara konsisten. Dengan pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Untuk alsintan yang kita berikan itu tentunya seperti yang kami sampaikan, kita lakukan pengawasan secara rutin apakah pemanfaatannya betul-betul maksimal oleh kelompok tani. Alhamdulillah dari bantuan alsintan termasuk benih dan pupuk yang kita bantu ini dimanfaatkan dengan baik. Hasilnya bisa kita lihat di tahun 2025, terjadi kenaikan luas panen padi sekitar lima puluh persen dan produktivitasnya juga meningkat sekitar dua belas persen,” ujar Fahrul Raji, Kepala DKPP TPH Tabalong.
Fahrul menjelaskan, keberhasilan peningkatan produksi pertanian di tahun 2025 menjadi salah satu alasan dilanjutkannya bantuan alsintan di tahun ini. Pemerintah daerah mencatat terjadi peningkatan luas panen padi sebesar 50 persen serta kenaikan produktivitas hasil pertanian sebesar 12 persen selama tahun 2025.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
