Home Ekonomi DKUPP Tabalong Hadirkan Doorprize di Pasar Ramadan 1447 H, BPOM Pastikan Keamanan Pangan

DKUPP Tabalong Hadirkan Doorprize di Pasar Ramadan 1447 H, BPOM Pastikan Keamanan Pangan

by iin hendriyani

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan atau DKUPP Tabalong menggelar Pasar Ramadan 1447 Hijriah dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan tahun ini, DKUPP menghadirkan beragam doorprize menarik guna meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di Pasar Ramadan.

Penyelenggaraan Pasar Ramadan di Tabalong tahun ini dimeriahkan dengan undian hadiah doorprize bagi para pengunjung. Terlebih jumlah pelaku UMKM yang bergabung tahun ini jauh lebih banyak yaitu 214 UMKM, yang tersebar di 4 titik Pasar Ramadan.

Dengan belanja minimal 30 ribu rupiah, pembeli sudah bisa mendapatkan satu kupon undian. Jumlah ini berlaku kelipatan, baik berbelanja dengan transaksi tunai maupun non tunai.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan transaksi dan perputaran ekonomi, DKUPP Tabalong juga memastikan aspek keamanan pangan tetap terjaga. Dalam kegiatan ini, DKUPP bekerja sama dengan BPOM Tabalong untuk melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di Pasar Ramadan.

“Untuk pengawasan Pasar Ramadan kita kerja sama dengan BPOM. Jadi kita bekerja sama dengan BPOM ini untuk memeriksa mana-mana makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya sehingga merugikan masyarakat, nanti itu juga akan dikontrol ke pasar-pasar lainnya,” ujar Soleh, Kepala DKUPP Tabalong.

Sementara itu, Kepala BPOM Tabalong Taufiqurrohman mengatakan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap sehat selama menjalankan ibadah Ramadan. Pengawasan difokuskan pada dua hal utama, yakni memastikan makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya serta meningkatkan literasi masyarakat terkait keamanan pangan.

Di setiap titik lapak pedagang, BPOM juga menyediakan informasi yang dapat diakses melalui pemindaian barcode. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi seputar keamanan pangan secara langsung dan mudah.

“Layanan kita prinsipnya ada dua. Yang pertama memastikan menu yang disajikan oleh pedagang tidak mengandung bahan berbahaya. Yang kedua mengedukasi masyarakat dari aspek higienisnya, dan di situ ada tempelan, di situ bisa di-scan barcodenya. Kalau di-scan akan muncul informasi-informasi keamanan pangan yang bisa diakses oleh masyarakat,” ujar Taufiqurrohman, Kepala BPOM Tabalong.

Dari hasil sampling yang telah dilakukan di Pasar Ramadan Tabalong, BPOM menyatakan tidak menemukan adanya kandungan bahan berbahaya pada makanan yang dijual. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran dan literasi masyarakat terhadap keamanan pangan dinilai cukup baik.

Selama bulan Ramadan, pengawasan keamanan pangan akan terus diintensifkan, tidak hanya di Tabalong, tetapi juga di empat kabupaten yang menjadi wilayah pengawasan Balai POM Tabalong.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment