Memanfaatkan peluang di tengah turunnya harga karet saat pandemi Covid-19 lalu, seorang warga Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, sukses mengembangkan budidaya lada. Ketekunan dan kesabarannya kini membuahkan hasil dengan produksi lada yang menjanjikan dan mampu menopang perekonomian keluarga.
Inilah Wawan Prasetyo, warga Desa Kasiau Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, yang telah sukses membudidayakan lada sejak tahun 2020, tepatnya dimulai sejak masa pandemi Covid-19 lalu.
Wawan menceritakan bahwa ia memulai budidaya lada secara swadaya karena di saat pandemi Covid-19 lalu harga jual komoditas karet mengalami penurunan. Kemudian ia mencoba memulai usaha lain yakni dengan menanam lada.
Ia yang juga sekaligus sebagai anggota Kelompok Tani Rukun Makmur Desa Kasiau Raya ini menceritakan, perlu waktu dua tahun bagi tanaman pohon lada siap panen. Dalam sekali panen satu pohon bisa menghasilkan hingga satu kilogram lada.
Di ladangnya yang seluas 3 hektare ini, Wawan memiliki 4 ribu pohon lada dan 700 pohon lada produktif yang setiap tahun berbuah. Sekali panen hasilnya pun terbilang memuaskan, terlebih saat ini harga jual lada terbilang tinggi yakni di kisaran 135 ribu rupiah per kilogram, sehingga sangat membantu perekonomian keluarga.
“Sangat berpotensi ya, kalau untuk penghasilan itu satu pohon mencari satu kilo itu insyaallah dapat. Untuk yang sudah menghasilkan ini sekitar 700 pohon, itu tahun kemarin dapat 700 kilo lebih sudah. Yang lainnya itu masih ada yang pengembangan, masih kecil. Untuk harganya di pasaran bagaimana? Bagus harganya untuk di pasaran saat ini harga 135 ribu per kilo, untuk satu tahunan ini bertahan di situ,” ujar Wawan Prasetyo, petani lada.
Ia menambahkan tidak ada tips khusus dalam berbudi daya lada, namun hanya perlu ketekunan dalam merawat tanaman lada karena tanaman lada rentan terserang jamur dan hama.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
