Capaian realisasi pendapatan asli daerah di awal tahun 2026 ini menunjukkan tren positif. Pasalnya, dari awal tahun hingga pertengahan Februari ini, pendapatan asli daerah telah terealisasi 17 persen.
Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah Tabalong, pada periode 1 Januari 2026 sampai 18 Februari 2026, pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah atau PAD telah terealisasi sebesar 17 persen atau sebesar 51 miliar dari target 298 miliar. Adapun kontribusi PAD bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Kepala Bapenda Tabalong, Nanang Mulkani, mengatakan realisasi saat ini telah melampaui target triwulan pertama yang ditetapkan sebesar 15 persen. Ia mengungkapkan bahwa capaian ini berkat kerja keras seluruh pihak dan partisipasi dari wajib pajak.
“Dari target 298 miliar ini sudah tercapai 17 persen. Ini sudah on the track karena sebenarnya kami dalam menyusun realisasi pencapaian target pendapatan itu triwulan pertama cuma 15 persen. Jadi kalau sekarang di pertengahan Februari sudah 17 persen sudah jauh melampaui, karena 15 persen itu mestinya dicapai di 30 Maret. Sekarang baru pertengahan Februari sudah 17 persen, alhamdulillah PAD sudah mencapai target yang ditetapkan untuk triwulan pertama,” ujar Nanang Mulkani, Kepala Bapenda Tabalong.
Nanang menambahkan bahwa pihaknya di Bapenda telah menargetkan realisasi pendapatan daerah untuk masing-masing triwulan. Di triwulan pertama Bapenda menargetkan pajak dapat terealisasi 15 persen, triwulan kedua terealisasi 40 persen, triwulan ketiga terealisasi 65 persen, dan triwulan keempat terealisasi 100 persen. Melihat realisasi yang telah tercapai saat ini, Nanang optimis hingga akhir tahun target pendapatan dapat terealisasi 100 persen.
Sedangkan untuk pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan transfer yang terdiri dari transfer pemerintah pusat seperti dana alokasi umum, dana alokasi khusus, serta dana bagi hasil dan transfer pemerintah provinsi, telah terealisasi 11,77 persen dari target 1,5 triliun.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
