Hingga pertengahan Agustus 2025, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong telah memantau 5 titik hotspot di Kabupaten Tabalong. Adanya temuan titik api tersebut membuat tim KPH Tabalong terus mengintensifkan patroli di titik rawan karhutla.
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong mengambil langkah serius dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Tabalong. Sejak bulan Juni lalu, KPH telah mengintensifkan patroli rutin sekaligus mengaktifkan posko siaga di lingkup KPH.
Selain itu, sebanyak 13 Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di berbagai desa di Tabalong kini disiagakan. Keterlibatan MPA ini menjadi ujung tombak dalam upaya deteksi dini, sekaligus garda terdepan dalam penanganan saat kebakaran terjadi.
Plt Kepala KPH Tabalong, Aris Setiawan, mengatakan hingga saat ini setidaknya lima titik hotspot telah terpantau melalui satelit. Lokasi tersebut berada di Desa Hayup Kecamatan Haruai, Desa Kinarum Kecamatan Upau, serta Desa Karangan Putih Kecamatan Kelua. Seluruh titik tersebut telah menjadi fokus pengawasan tim lapangan.
“Kesiapan kami dari KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan), kita sudah melakukan kegiatan patroli rutin sejak Juni. Tentunya kita aktifkan posko di KPH, dan kita juga telah mengaktifkan kelompok MPA (Masyarakat Peduli Api) yang ada di Kabupaten Tabalong dengan jumlah 13 MPA. Kita sudah siagakan, baik personel maupun perlengkapannya,” ujar Aris Setiawan, Plt Kepala KPH Tabalong.
Sebagai upaya pencegahan, KPH melakukan patroli minimal sekali dalam sepekan, ditambah kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang tengah melakukan pembukaan lahan, agar tidak menimbulkan kebakaran. Dari sisi sarana dan prasarana, KPH memastikan seluruh peralatan telah dipersiapkan secara maksimal, sehingga siap digunakan kapan saja bila keadaan darurat terjadi.
(Muhammad Ariadi/TV Tabalong)