Komisi Satu DPRD Kabupaten Tabalong mendorong Dinas Kesehatan untuk lebih gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyakit kepada masyarakat, termasuk penyakit difteri. Dorongan ini disampaikan menyusul ditemukannya satu pasien terduga difteri di Kabupaten Tabalong.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Satu DPRD Tabalong, Akhmad Helmi, usai memimpin rapat kerja bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Haji Badaruddin Kasim Tanjung, pada Selasa, 6 Januari 2026. Ia menekankan pentingnya peningkatan edukasi kesehatan agar masyarakat memiliki pemahaman yang cukup dalam mencegah dan menghindari penyebaran penyakit menular.
Kasus ini bermula dari ditemukannya satu pasien terduga difteri pada Desember 2025 yang sempat dirujuk ke Banjarmasin untuk pemeriksaan lanjutan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, pasien tersebut dipastikan negatif difteri.
Meski demikian, DPRD Tabalong tetap meminta Dinas Kesehatan untuk meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi kesehatan di tengah masyarakat. Pasalnya, difteri merupakan penyakit menular yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
“Tadi sudah disampaikan oleh Dinas Kesehatan bahwa mereka akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi terkait penanganan dan pencegahan penyakit, khususnya masalah kesehatan yang berpotensi menular,” ujar Akhmad Helmi, Ketua Komisi Satu DPRD Tabalong.
Difteri merupakan infeksi bakteri yang menyerang hidung dan tenggorokan serta mudah menular. Gejala difteri antara lain demam ringan hingga sedang, nyeri tenggorokan, sulit menelan, suara serak, munculnya selaput tipis berwarna abu-abu pada tenggorokan, serta pembengkakan pada leher.
Melalui peningkatan edukasi dan sosialisasi kesehatan ini, DPRD Tabalong berharap masyarakat lebih waspada terhadap gejala penyakit menular serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda-tanda yang mencurigakan.
Maria Ulfah
TV Tabalong – Melaporkan
