TABALONG — Pemerintah Kabupaten Tabalong mendorong penjahit yang terlibat dalam program seragam sekolah gratis membentuk paguyuban di setiap kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi teknis pengadaan hingga akses permodalan.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, saat ditemui usai pertemuan bersama penjahit di wilayah selatan Tabalong, Rabu, 14 Oktober 2026.
Judid menjelaskan, pembentukan persatuan atau paguyuban ditujukan agar koordinasi antarpenjahit lebih mudah, terutama dalam proses pengadaan seragam sekolah gratis.
Melalui paguyuban ini, koordinator wilayah dan pengawas sekolah akan memfasilitasi pertemuan antara kepala sekolah dan penjahit, sehingga kebutuhan seragam dapat disesuaikan dengan jumlah siswa serta kemampuan produksi penjahit.
“Untuk teknis pelaksanaan kami minta para penjahit untuk membuat persatuan atau paguyuban, kemudian nanti dari pihak korwil atau pengawas sekolah di Kecamatan Muara Harus, Kelua, Banua Lawas, dan Pugaan memfasilitasi untuk pertemuan antara kepala sekolah dengan pihak penjahit, pertemuan ini tujuannya agar nanti para penjahit langsung tahu seperti apa yang akan dilaksanakan, kemudian diharapkan pada pertemuan tersebut nanti kawan-kawan kepala sekolah sudah bisa mendapatkan siapa penjahit yang akan melaksanakan pembuatan seragam di sekolahnya masing-masing,” kata Gusti Judid Ihsan Permana, Kepala Disdikbud Tabalong.
Judid menambahkan, selain mempermudah koordinasi, pembentukan paguyuban juga diharapkan membantu penjahit mengakses dukungan permodalan untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong Melaporkan.
