TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong mendorong penjahit lokal tidak hanya memanfaatkan program seragam sekolah gratis sebagai orderan, tetapi juga menjadikannya peluang memperkenalkan brand dan memperluas pasar usaha.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani, saat Rapat Koordinasi Program Seragam Sekolah Gratis bersama sejumlah penjahit di wilayah utara, Sabtu, 3 Oktober 2026, di Kantor Kecamatan Haruai.
Haji Fani menjelaskan, program seragam gratis tidak hanya memberikan order kepada penjahit lokal, tetapi juga dapat menjadi media promosi untuk membangun pelanggan dan memperluas pasar usaha.
Setiap seragam yang dikerjakan diharapkan dilengkapi label usaha, nama pemilik, nomor telepon, serta alamat. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengenali dan menghubungi penjahit tersebut untuk kebutuhan jasa jahit lainnya.
“Ya sekali lagi saya memberi arahan karena ini merupakan kesempatan besar yang luar biasa diberikan pemerintah. Kita ingin juga UMKM kita tumbuh, kita ingin UMKM kita dikenal, maka saya tadi meminta kepada para penjahit untuk baju yang dijahit mereka ini diberikan label dengan nama brand masing-masing, dengan nama siapa, dan nomor telepon serta alamatnya, dan ditaruh di kerah baju. Sehingga nanti orang yang mau menghubungi, yang tahu kualitasnya baik, jadi langsung bisa menghubungi,” ujar H. Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Haji Fani juga berharap melalui program seragam sekolah gratis yang dikolaborasikan dengan penjahit lokal juga dapat mendorong usaha penjahit semakin berkembang dan berkelanjutan.
Diketahui secara keseluruhan, program seragam gratis di Tabalong menyasar 572 sekolah, dengan total 63 ribu 435 pesanan, serta melibatkan 324 penjahit lokal.
Bantuan seragam sekolah gratis ditujukan bagi siswa PAUD hingga SMP, serta baju muslim bagi siswa SD dan SMP.
Muhamad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
