Komisi Satu DPRD Tabalong melakukan peninjauan ke workshop alat berat di Balai Latihan Kerja milik Dinas Tenaga Kerja Tabalong, di Jalan Nan Sarunai, Kecamatan Murung Pudak, Senin 21 September 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengembangan program pelatihan terbaru.
Peninjauan workshop alat berat ini dipimpin langsung Ketua Komisi Satu DPRD Tabalong Akhmad Helmi didampingi sejumlah anggota dan jajaran Dinas Tenaga Kerja Tabalong.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pengembangan sarana pelatihan, khususnya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang mekanik alat berat.
Pasalnya selama ini, workshop BLK Tabalong telah dimanfaatkan untuk pelatihan operator alat berat seperti operator ekskavator, wheel loader, dan forklift.
Ketua Komisi Satu DPRD Tabalong, Akhmad Helmi, menyebut, dukungan anggaran untuk pembangunan workshop mekanik telah disepakati dalam pembahasan anggaran, dengan nilai sekitar satu koma lima miliar rupiah, yang difokuskan pada pembangunan workshop mekanik.
“Untuk di anggaran tambahan, kami sepakati tadi dengan Dinas Tenaga Kerja, kemarin waktu rapat banggar, untuk bangunan baru khususnya ini, satu koma lima miliar. Dari hasil tinjauan kami hari ini, kelas-kelas cukup memadai dan cukup bagus untuk pelaksanaan latihan. Fasilitas alat beratnya juga cukup memadai. Tinggal menunggu workshop mekaniknya nanti. Lahan sudah disediakan kurang lebih satu hektare, tinggal persiapan land clearing dan lainnya,” ujar Akhmad Helmi, Ketua Komisi I DPRD Tabalong.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabalong, Hady Ismanto, menyampaikan, desain bangunan workshop telah disiapkan, termasuk ruang kelas dan area penempatan peralatan mekanik alat berat.
“Nah rencananya sesuai dengan yang disampaikan Ketua Komisi Satu DPRD Tabalong tadi, bahwasanya kita akan melakukan pembangunan workshop mekanik dan ini akan dilaksanakan oleh pihak PUPR Tabalong dan mudah mudahan setelah di perubahan APBD 2026 ini nanti itu bisa di eksekusi, untuk anggaran tadi kurang lebih 1,5 miliar lah, yang jelas itu fokus untuk pembangunan fisik. Untuk bangunan sudah ada desainnya, sudah ada tempat penempatan peralatan mekanik alat alat berat itu ada jua kelas untuk pelaksanaan, kalau yang ada ini kan terpakai khusus untuk kelas alat berat, jadi kalau untuk yang mekanik juga ada kelasnya,” kata Hady Ismanto, Kepala Disnaker Tabalong.
Pengembangan workshop mekanik alat berat diharapkan dapat menambah pilihan kompetensi pelatihan di BLK Tabalong.
Sekaligus mendukung ketersediaan tenaga kerja terampil di bidang alat berat, baik dalam keterampilan pengoperasian, maupun perawatan dan perbaikan mesin.
Ismitullah, TV Tabalong, melaporkan.
